10 Siswa SLB Tanjabtim Jadi Korban Pelecehan Seksual Pengasuh Asrama

banner 468x60)

Kapolres Tanjabtim AKBP Agus Desri Sandi

MUARASABAK,RJC – Sebanyak 10 orang siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) yang tinggal di asrama sekolah menjadi korban pelecehan Seksual.

Perbuatan keji itu diduga dilakukan oleh pegawai honorer yang bekerja sebagai  pengasuh asrama tempat para siswa itu menginap.

Kapolres Tanjabtim AKBP Agus Desri Sandi membenarkan telah memeriksa pelaku pelecehan Seksual sampai jam 3 subuh tadi, masih sedikit lagi penyelidikan yang akan kami lakukan, ungkapnya ketika dikonfirmasi Via Telpon, Selasa (22/1).

Kapolres menerangkan pihaknya mengamankan satu orang diduga pelaku dalam perkara ini. Namun saat ini pihaknya belum bisa menjelaskan lebih detail menganai perkara itu.”Iya benar, saat ini sedang kita kita kembangkan dalam penyelidikan, kalau lebih jelasnya nanti kita rilis lagi,” sebut Kapolres.

Sebelumnya Sadiman, Satu diantara Guru SLB mewakili Kepala Sekolah saat dikonfirmasi senin (21/1) membenarkan hal itu. Dia menyebutkan kasus ini telah dilaporkan dan ditangani pihak Kepolisian Polres Tanjung Jabung Timur. Para siswa yang diduga menjadi korbanpun sudah dibawa untuk dilakukan visum.

“Iya, dugaan pelecehan terhadap beberapa orang siswa benar adanya. Itu terjadi di asrama sekolah, yang disinyalir dilakukan pengasuh asrama,” kata Sadiman.

 

Dijelaskan Saniman, perbuatan pelaku itu terungkap menyusul adanya siswa yang melapor kepada gurunya, yang mengaku tidak tahan dengan perbuatan pelaku.

 

“Kami tahunya hari kamis kemarin. Setelah kami selidiki, menanyakan kepada siswa ternyata siswa mengatakan hal demikian, lalu kami lapor polisi untuk ditangani secara profesional untuk mengungkapnya,” katanya.

 

Sejauh ini, baru ada 10 siswa yang diduga menjadi korban pelecehan seksual. Pelaku diduga melakukan aksinya di asrama.

 

Pelaku diketahui sudah bekerja kurang lebih selama lima tahun sebagai Pengawas Asrama di Sekolah itu. Pihak sekolah mengaku tidak menyangka akan hal itu bisa terjadi. Ini merupakan kasus pertama kali terjadi di SLB itu. “Langkah pertama yang kita diambil memberhentikan pelaku dari pekerjaannya. Selanjutnya masalah ini kami limpahkan ke Polres Tanjabtim,” imbuh Sadiman. (4N5)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)