Dua Desa Terlibat Bentrok

banner 468x60)

 

Pemain Portal FC yang juga pesepok bola klub peserta ISL Gresik United Rendy Siregar (tengah) menggiring bola pada pertandingan final liga kampung yang berlangsung di lapangan Latus Jaya Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (14/7). Berhentinya kompetisi di Indonesia akibat dibekukannya PSSI oleh Menpora membuat banyak pesepak bola klub - klub peserta ISL yang mengikuti Tarkam (pertandingan antar kampung) yang tujuannya untuk menjaga kebugaran dan juga penghasilannya dari sepak bola. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/ed/foc/15

Merangin-Bentrokkan antar Desa dalam Kabupaten Merangin kembali terjadi. Perkelahian antara warga Desa Pula Rengas Kecamatan Bangko Barat dengan warga Desa Air Batu Kecamatan Renah Pembarap terjadi pada hari Selasa (13/10) sekitar pukul 17.00 WIB.
Dari informasi yang dihimpun, bentrokkan ini bermula dari turnamen sepakbola yang digelar di Desa Dusun Baru Air Batu. Ketika itu, turnamen sepakbola mempertemukan antara tim dari Desa Pulau Rengas dengan tim dari Desa Guguk Kecamatan Renah Pembarap.
Aroma bakal terjadinya bentrok antar suporter sebenarnya sudah mulai terlihat. Itu dari sikap saling ejek antara massa pendukung tim Pulau Rengas dengan warga Desa Air Baru yang menjadi tuan rumah turnamen sepakbola.
‘’Mana orang Desa Air Batu, kita nanti bertemu di semi final,”pengakuan salah seorang warga Desa Pulau Rengas yang meminta namanya tidak ditulis dikoran ini.
Dari penuturan sumber koran ini, terjadi ribut mulut antara suporter dari tim Pulau Rengas dengan warga Desa Air Batu. Ribut mulut tersebut terjadi kurang lebih setengah jam lamanya. Karena sudah sama sama terpancing emosinya, tiba tiba warga Desa Air Batu langsung menyerang para pemain dan suporter dari tim Pulau Rengas yang hendak bertanding.
Bentrok pun langsung pecah, aparat kepolisian yang berada dilokasi terlihat kewalahan mengatasi bentrok tersebut. Polisi pun sempat mengeluarkan tembakkan untuk melerai dua massa yang terlibat bentrok. Dan akhirnya bentrok tersebut dapat dihentikan, setelah aparat kepolisian dan tokoh masyarakat menenangkan antara kedua belah pihak.
Kapolres Merangin AKBP Munggaran Kartayuga SIK dikonfirmasi Merangin Ekspres Rabu (14/10), membenarkan kejadian tersebut, Dia mengatakan permasalahan ini terjadi karena saling ejek antar suporter.
‘’Akibat saling ejek, jadi terjadi bentrok, beruntung pihak kepolisian dari Polsek Sungai Manau dan Polsek Bangko cepat menenangkan kedua belah pihak, sehingga bentrok tidak dapat berlanjut,” ungkapnya.
Tetapi, setelah bentrok selesai, dan warga Desa Pulau Rengas kembali kedesanya, warga Pulau Rengas melakukan sweping terhadap warga Desa Air Batu yang melintas. Namun aksi tersebut cepat dicegah aparat kepolisian, sehingga sweping urung dilakukan.
Kapolres Merangin AKBP Munggaran mengatakan, aksi sweping dapat dilakukan setelah pihaknya yang dibantu aparat Polsek turun ke Desa Pulau Rengas.
‘’Kami turun ke Desa Pulau Rengas, untuk menenangkan warga, sehingga sweping tidak jadi dilakukan,” ungkapnya.
Kapolres juga mengatakan, bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan terhadap bentrokan yang terjadi, karena ada beberapa warga yang terluka.
‘’Kita lakukan penyelidikan, karena saat bentrok ada beberapa warga yang terluka,” kata Kapolres.
‘’Tetapi kami akan mengupayakan kedua belah pihak ini berdamai dulu, agar kasusnya tidak berlanjut,” tutupnya.
Untuk saat ini menurut Kapolres upaya perdamian masih terus dilakukan, dilajutkanya pihak Polres sudah mediakan pertemukan kedua belah pihak oleh kapolsek bangko dan sungai manau, beserta camat dan tokoh masyarakat.
‘’Namun belum ada kata sepakat dan saat ini proses hukum sesuai dengan yg dilaporkan masih berlanjut. Namun terlepas dari semua itu kita berharap kepada tokoh masyarakat anatra dua desa tersebut agar meredam kasus ini supaya tidak berkembang,” tuntasnya.(MT)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)