3,5 miliar BKC ilegal disita KPPBC Jambi

banner 468x60)

BB BKC IlegalKOTA JAMBI–Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B (JPPBC TMP B) Jambi, sita Barang Kena Cukai (BKC) dengan nilai Rp 3.524.879.000. Pencegahan kerugian negara milyaran rupiah ini berlangsung selama priode September hingga November 2015.
Masing-masing Barang Kena Cukai (BKC) ilegal serta Barang larangan dan pembatasan (Lartas) yang disita itu adalah dari hasil tembakau berupa rokok sebanyak 8.168.720 batang berbagai merek dan tembakau iris sebanyak 7.362 Kilogram, dengan nilai barang ditaksir sekitar Rp 2,7 miliar.
Kemudian 3.452 botol Minuman keras Mengandung Etil Alkohol atau MMEA yang tidak dilekati pita cukai berbagai merek, baik impor ataupun lokal yang ditegah dari berbagai tempat penjualan eceran di Kota Jambi dan sekitarnya dengan nilai barang ditaksir sekitar Rp 781 juta juga disita, penyitaan rokok, tembakau iris serta minuman keras ini dilakukan di wilayah Kota Jambi melalui operasi pasar di berbagai toko dan perusahaan eksepedisi serta wilayah Merlung kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Jalan lintas Jambi-Muara Bulian, Kabupaten Batanghari.
Selain melakukan penindakan terhadap BKC, dalam aksi nyata menindaklanjuti intruksi Presiden RI kepada kementerian keuangan, KPPBC TMP B Jambi, melalui kantor Pos Lalu Bea Jambi juga melakukan penindakan terhadap Barang Larangan dan pembatasan (Lartas) seperti DVD Porno dan Magazine Airsoftgun, kemudian penindakkan kerjasama dengan DitPolair di Perairan Laut Kuala Pemusiran, Kabupaten Tanjab Timur berhasil mencegah alat-alat kesehatan, alat navigasi udara, ban motor besar serta spare part motor besar.
Untuk mengelabui petugas dijelaskan Kepala KPPBC TMP B Jambi, Priono Triyatmojo, aksi nyata yang dilaksanakan selama tiga bulan terakhir dengan 16 kali penindakkan, modus pelaku cukup licin seperti BKC yang akan dipasok ke Kota Jambi dikemas sedmikian rupa bahkan ada yang mengunakan pita cukai bekas. “Aksi penangkapan barang kena cukai ilegal dan barang lartas ini tidak terlepas dari kerjasama dan sinergi yang erat antara DJBC khusus KPPBC TMP B Jambi dengan aparat terkait khususnya Polri, Kejaksaan, TNI dan Pemda setempat,” ungkapnya.
Terkait dengan aksi penindakkan yang dilakukan dikatakan Priono, mereka menyimpulkan pelanggaran yang merujuk dari temuan dilapangan terhadap Tembakau dan rokok ilegal adalah pelanggaran Undang-Undang Nomor 39 tahun 2007 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai Pasal 54 dan Pasal 55 tentang hasil tembakau yang tidak dilekati pita cukai, pengunaan pita cukai bekas, salah personalisasi dan pendistribusian rokok kemasan untuk penjualan eceran, samahlnya dengan MMEA. “Kita sangat bersyukur dengan aksi nyata selain bisa mencegah terjadinya kerugian negara miliaran rupiah juga menyelamatkan ribuan generasi muda dari efek minuman beralkohol, “ tutupnya. (yop)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)