Aktivitas Perikanan dan Budidaya Ikan di Tanjab Timur Hadapi Dilema Berat

81 views
banner 468x60)

MUARASABAK, RJC – Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), Ibnu Hayat menyampaikan untuk nilai tangkap terkhusus para nelayan mengalami peningkatan yang terus menajak disetiap tahunnya, namun perkembangan ekonomi hidup para nelayannya masih bertahan digaris awalnya atau stabil.

Berat dan dilema diakui Ibnu Hayat meski dengan berbagai program upaya dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pola pikir yang tidak mau berubah dan sudah merasa cukup akan hal tersebut, itu merupakan hasil penelitian dari kita, ungkapnya ketika disambangi RJC diruangan kerjanya Jum’at (13/3/2020).

Untuk penghasilan nelayan tangkap dari data Perikanan Kabupaten Tanjab Timur meningkat setiap tahunnya, datanya didapat dari karantina maupun data perikanan Tanjab Timur yang keluar dari Kabupaten Tanjab Timur, untuk persentase jenis ikan berkisar antara 10 sampai 27 persen pertahun, sedangkan Udang persentasenya naik turun sesuai dengan kebutuhan pasar, terang Ibnu Hayat.

Dari sisi lainnya sedikit menyenangkan sedikit yakni ditarap hidup untuk anak-anak para nelayan mengalami peningkatan diakumulasi 3 sampai 5 persen peningkatannya, dapat menunjang pendidikan anak-anaknya untuk sekolah lebih tinggi dari sebelumnya dan diakui Ibnu Hayat juga nilai standar tarap hidup nelayan itu sulit, tidak ada data valid para nelayan sebelumnya, baru dimulai tahun 2020 ini melakukan pendataan untuk quota 4000 yang terdiri nelayan, budidaya ikan dan pengelolanya se_Kabupaten Tanjab Timur, namun data awal tercatat 7.700 rumah tangga perikanan, selebihnya akan kita data pada tahun berikutnya, jelas Ibnu Hayat.

Pola atau terobosan yang akan ditingkatakan untuk nelayan one day fishing (1 hari melaut) di Tanjab Timur, Ibnu Hayat akan mencoba mengelompokan para nelayan dengan mereka sendiri, yang mengusahakan tingkat pemahaman terhadap daya saing hasil yang diperoleh.

Sementara pelaku budidaya ikan tercatat 365 kelompok pembudidaan ikan se_ Kabupaten Tanjab Timur, namun masalah utama atau kendala akan pakan ikan yang mahal tidak sebanding dengan pendapatan para pembudidaya ikan itu sendiri dan bantuan yang hanya disalurkan oleh Dinas Perikanan Tanjab Timur sebanyak 8 kelompok pertahunnya, tukas Ibnu Hayat. (4N5)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)