Alat Perekaman Sering Rusak, Anggaran Dukcapil Minim Disoal

banner 468x60)

e-ktprakyatjambi.co, MERANGIN  –  Anggaran yang diperuntukkan untuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Merangin pada tahun 2016 ini, lebih kurang Rp 1,7 Miliar. Jumlah dana tersebut dianggap masih sangat minim dalam memberi pelayanan terhadap masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dukcapil Merangin Hamidi, saat dikonfirmasi sejumlah Wartawan, Minggu (21/8) mengatakan, dengan jumlah dana yang sangat minim, tentu pihaknya tidak mampu memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam hal perekeman. “Kalau untuk dana untuk Dukcapil tahun ini lebih kurang ada Rp 1,7 Miliar. Tapi dana ini masih sangat minim menurut kami,” ujarnya.

Minimnya anggaran disebutkan Hamidi, tentunya menjadi kendala tersendiri bagi pihaknya. “Di Muara Bungo it sudah bagus pelayanan, alat perekamannya sudah canggih, dan wajar sekarang Bungo itu jadi Dukcapil teladan seluruh Indonesia. Kita perlu belajar dari mereka,” tuturnya.

Lebih lanjut Hamidi mengatakan, selain soal anggaran, pihaknya juga mengeluhkan alat perekaman yang masih memakai versi lama. Seharusnya sudah diganti, sesuai dengan edaran Dikjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, perekaman sudah harus diganti dengan versi baru.“Alat perekaman kita juga masih versi 4. Sebenarnya sudah harus diganti ke versi 5. Itu edaran dari Dirjen langsung. Ini juga yang menjadi kendala kita,” keluhnya.

Sementara itu, Mereka menilai pergantian alat bukannya mempercepat pelayanan namun sebaliknya malah memperburuk, berbeda dengan alat versi yang lama cukup canggih, rekamannya bagus dan datanya tidak macet, “Bahkan kita sering minta bantu ke pihak kecamatan, belum lagi di kecamatan juga sekarang hanya ada beberapa kecamatan saja yang masih bagus, selainnya banyak yang rusak,” pungkasnya.(anto)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)