Anggur Kaki Lima Masuk Lab

banner 468x60)

Jambi – Menanggapi maraknya anggur merah yang dijual di Kota Jambi dengan harga yang sangat murah mulai awal Oktober 2018, dan adanya dugaan anggur tersebut mengandung formalin, residu pestisida, dan cemaran bakteri, Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Ketahanan Pangan sudah melakukan pengambilan sampel untuk diuji di laboratorium.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Amir Hasbi menjelaskan, untuk uji formalin, sampel anggur sudah dikirim ke BPOM Provinsi Jambi dan uji pestisida sedang diteliti oleh pengujian Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi. Selasa (9/10).” Hasil pemeriksaan sampel tersebut akan diperoleh 3 hari kedepan,” ujarnya.

Lanjutnya, Menurut hasil investigasi yang dilakukan, anggur tersebut didatangkan dari Medan dan asal usul anggur tersebut diimpor dari Cina oleh sejumlah importir, dengan merek Table Grapes dan Red Grape.” Apabila hasil pemeriksaan dan pengujian laboratorium sudah diketahui, bila hasilnya positif mengandung formalin, residu oestisida, dan cemaran bakteri tentunya akan membahayakan masyarakat, dan anggur tersebut akan segera ditarik dari peredaran (tidak boleh diperdagangkan lagi), dan akan segera dikoordinasi dengan pihak Satgas Pangan Provinsi Jambi (termasuk didalamnya Reskrimsus Polda Jambi) agar dapat dicari pemasok anggur-anggur tersebut dan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku, serta agar kedepannya, untuk mencegah masuknya buah-buahan tersebut ke Provinsi Jambi,” pungkasnya.

Laporan Wartawan Provinsi Jambi (Syah).

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)