Badan Kesbangpol Tanjabtim Gelar Rakor Pemantauan, Pelaporan dan Evaluasi Perkembangan Situasi Politik

banner 468x60)

MUARASABAK, RJC – Acara Rakor Pemantauan, Pelaporan dan Evaluasi Perkembangan Situasi Politik Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) dilaksanakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik bertema “Dengan Pemantauan situasi politik daerah kita ciptakan pemilu 2019 yang sejuk, aman dan damai menuju Tanjabtim Merkayat”, pada Jum’at (9/11).

Disampaikan Abdul Rasid, Pemahaman politik indonesia, dalam era repormasi sangat penting untuk menumbuhkan dan meningkatkan kepedulian, serta partisipasi aktif masyarakat, sehingga sistem politik kita bisa melayani kepentingan publiksecara substansial dan maksimal, ucapnya.

Meskipun demokrasi telah dibuka secara luas, dengan bergulirnya proses demokrasi, belum terarah secara baik dan aspirasi masyarakat, belum terserap secara maksimal, distori atas aspirasi, kepentingan dan kekuasaan rakyat, dalam kehidupan politik baik dari elit politik, penyelenggara pemerintah dan kelompok-kelompok kepentingan, terang Rasid.

Dilain pihak institusi pemerintah tidak jarang berada pada posisi tidak berdaya, menghadapi kebebasan yang terkadang melebihi keterbatasan kepatuhan dan cenderung mengarah pada pola tindakan anarkis, perkembangan ini harus dapat dipantau dan dimonitor, secara terus-menerus agar tercipta kondisi  yang kondusif serta menjaga ketentaram dan ketertiban masyarakat untuk melaksanakan pembangunan, jelas Rasid.

Dalam Permendagri Nomor 61 Tahun 2011, tentang pedoman pemantahuan pelaporan dan evaluasi perkembangan politik didaerah, dalam pasal 3 dan pasal 5 dikatakan pemantauan terhadap pelaksanaan pemilu anggota DPR,DPD,dan DPRD, Pelaksanaan pemilu presiden, Gubernur dan wakil  Gubernur, Walikota dan wakil walikota, situasi politik lainnya dan ketertiban umum dan ketenraman masyarakat, selain itu juga tidak kepuasan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah daerah, Harmonisasi antar kepala darah dengan DPRD dan unjuk rasa, papar Rasid.

Mengingat kondisi masyarakat Tanjabtim yang hiterogen dengan latar belakang politik, kepentingan yang berbeda-beda, memiliki potensi akan munculnya gesekan antara berbagai pihak yang pada akhirnya merugikan kita semuanya, kita dituntut sebagai daerah transit untuk senatiasa menjaga citra Tanjabtim, yang aman dan kondusif, tukas Rasid.

Selain itu, karena juga akan memasuki proses tahapan pelaksanaan pilpres dan legislatif secara serentak Tahun 2019 mendatang, saya berharap pada massa kampanye di Tanjabtim tetap tercipta dan terjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, untuk itu saya mengajak dan menghimbau semua pihak tim kampanye, para pemimpin partai, kader, masyarakat pemilih, penyelenggara pemilu atau KPU dan jajaran aparat sipil, polisi, TNI, untuk menjaga proses demokrasi ini dengan jujur santun dan demokrasi, tutup Abdul Rasid. (4N5)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)