Bahaya..! Sejumlah Buaya Katak Hantui Warga Kuala Tungkal

banner 468x60)

IMG-20160712-WA0002

–Laporan wartawan Rakyatjambi.co, Eko wijaya—

rakyatjambi.co, KUALA TUNGKAL – Tiga (3) Buaya Katak meneror warga RT 06 dan RT 08, Kelurahan Sriwijaya, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Buaya buaya tersebut kerap muncul dan berjemur di bawah rumah dan dapur warga untuk mencari makan sejak satu bulan yang lalu.

Hewan yang dikenal buas itu diketahui muncul di kawasan pemukiman warga sejak awal bulan ramadhan lalu. Namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut sehingga masih bebas berkeliaran di bawah rumah warga yang dibuat panggung diatas rawa berair.

Salah seorang warga RT 8 Adang mengatakan, bagian dapur rumahnya sering didatangi hewan karnivora tersebut, ia mengaku khawatir akan keselamatan keluarganya.

“Ada yang ukuran 1 meter itu sering muncul di dekat dapur. Terkadang istriku sering memberikan makan sisa potongan ayam atau daging. Langsung ditangkap dan dimakannya,” kata Adang, Selasa (12/07/16).

Bukan hanya istrinya, Adang sendiri pun mengaku sering memberikan sisa daging ayam atau makanan lain bila hewan rawa tersebut muncul. Selanjutnya, ia terus mengawasi keberadaannya sampai kemudian lari dan bersembunyi.

“Aku pernah coba tusuk pakai kayu. Tetapi kulitnya keras dan tidak mempan. Barulah kemudian buaya itu lari,” ungkapnya.

Mengetahui bila buaya yang seukuran 1 meter tersebut sering muncul di bagian belakang dapurnya, Adang mengaku khawatir. Sebab, di rumah tersebut ada anak-anaknya yang masih kecil.

Terlebih di kawasan Lorong Obat nyamuk juga pernah ada buaya. Dan pada tahun 2007 lalu juga pernah ditemukan dua ekor buaya besar di kawasan yang sama. Reni tetangga Adang juga mengungkapkan hal yang sama.

Tetapi apa yang dilihat oleh Reni lebih kecil lagi. Dan buaya katak itu terlihat melintas di depan rumahnya. Bahkan ada yang berenang dibawah rumahnya. “Pas lihat kemarin sewaktu buayanya berenang di bawah rumah Senin mren buaya itu terlihat melintas depan rumah,”jelas Reni.

Sementara itu, Mardan, warga RT 6, yang berada persis dekat rumah Adang mengaku khawatir. Sebab, jarak rumah tersebut hanya dipisahkan jalan aspal.

Dirinya khawatir jika sewaktu-waktu tanpa sepengetahuan warga buaya-buaya katak tersebut menyeberang di rawa-rawa yang ada di RT mereka.”Terus terang kita khawatir juga. Kalau sewaktu-waktu buaya itu menyeberang ke bawah rumah kita. Disini banyak juga anak-anak,” tutur Mardan.

Mardan mengaku bahwa keluhan terhadap kawanan buaya itu sudah disampaikan ke Kelurahan dan Dinas Kehutanan. Tetapi, sampai saat ini belum ada tindak lanjut yang nyata. Apakah buaya tersebut ditembak, dijerat atau ditangkap.

Bahkan ketika Harian ini di lokasi dikemunculan buaya-buaya katak tersebut, Lizuardi, Lurah Sriwijaya juga terlihat hadir bersama Babinsa. Di rumah Adang dirinya mengatakan sudah mendapatkan laporan tersebut. Dan kedatangannya tersebut untuk memperoleh keterangan langsung, bahkan ingin melihat langsung bila buaya itu muncul.“warga sudah melaporkan adanya kemunculan tiga ekor buaya katak. Dan saya ingin lihat langsung tetapi tidak muncul atau tidak kelihatan. Nanti akan kita laporkan ke Dinas Kehutanan untuk disampaikan ke BKSDA,” tukas Lizuardi.

Buaya-buaya katak tersebut yang terbesar seukuran 1 meter. Dua ekor lainya lebih kecil dari satu meter. Ketiganya bergerak secara terpisah. Dan dalam tiga hari terakhir, hewan buas tersebut kerap muncul di pagi atau sore hari.

Baik Adang dan Mardan mengatakan bahwa semenjak kemunculan buaya, skor biawak yang sering memanjat atap dapur rumahnya tidak pernah lagi muncul. Dan ikan-ikan yang ada di bawah rumah warga juga terlihat berkurang dan tidak lagi terlihat.

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)