Bangun RS Baru, Pemkab Tanjabbar Ajukan RP 60 Milliar Kepada Pemerintah Pusat

banner 468x60)

IMG-20160807-WA0003

IMG-20160807-WA0002

—-Laporan Wartawan Rakyatjambi.co, Eko wijaya—

rakyatjambi.co, KUALA TUNGKAL – Pemerintah kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi kini tengah mengkonsep pembangunan rumah sakit baru dan Puskesmas di sekitar daerah perbatasan. Serta peningkatan status puskesmas di kecamatan. Rencananya, rumah sakit baru plat merah tersebut akan dibangun di wilayah tungkal Ulu untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dikawasan perbatasan kabupaten yang selama ini jauh dari sarana dan prasarana kesehatan, khususnya rumah sakit.”Tahun ini kami mengajukan usulan ke Pemerintah Pusat sebesar Rp 60 Milyar untuk membangun Rumah Sakit Umum (RSU) di Ulu. Selain itu kita juga telah memanggil konsultan yang benar-benar mengerti tentang pembangunan atau tata ruang rumah sakit yang berkaitan dan sesuai standar kesehatan. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mendekatkan pelayanan kesehatan di daerah tersebut,” kata Bupati Tanjung Jabung Barat, H. Safrial beberapa waktu lalu.

Menurut Safrial, solusi untuk memperbaiki keluhan pelayanan kesehatan, salah satu strateginya dengan melakukan revitalisasi Puskesmas di seluruh Kabupaten Tanjab Barat.“Rasio idealnya RS dari 0,3/100.000 penduduk menjadi 0,6/100.000 penduduk,”ungkapnya.
Safrial menerangkan, revitalisasi Puskesmas merupakan program utama yang mendesak untuk segera dilaksanakan. Setelah banyaknya keluhan dari masyarakat Tanjab Barat akan jarak dan persoalan trans­portasi dalam melakukan rujukan terhadap pasien atau masyarakat yang membutuhkan pelayanan RSUD Daud Arif Kuala Tungkal.”Kalau 1 saja Puskesmas di setiap kecamatan pelayanan dan perlengkapan alat medisnya sudah baik, masyarakat yang mengalami sakit ringan tidak perlu dirujuk ke rumah sakit Daud Arif. Cukup saja ditangani di Puskesmas, termasuk rawat inapnya,” terangnya.

Fakta yang tidak bisa dipungkiri, selama ini masyarakat Tanjab Barat yang tinggal di daerah Ulu dan perbatasan kabupaten, lebih memilih berobat atau rujuk ke rumah sakit terdekat yang berada di kabupaten/kota lain. Demikian pula perusahaan-perusahaan yang ada di Tanjab Barat yang kerap merujuk ke Kota Jambi.”Masyarakat memilih berobat ke luar daerah, karena persoalan jarak yang lebih dekat ketimbang harus pergi jauh ke RSUD Daud Arif. Dengan begitu, otomatis menguntungkan daerah tetangga dari sektor PAD kesehatan. Tetapi, kalau di daerah sekitar perbatasan dibangun puskesmas, tentunya PAD-nya akan masuk ke Tanjab Barat, dengan bangunan RSUD yang presentatif, akan ditunjang dengan dokter yang presentatif. Dan kedepan kita sama-sama freezer ke perusahaan-perusahaan yang ada di Tanjab Barat, sebelum ke Jambi mereka harus merujuk ke RSUD yang ada di Tanjab Barat,” tambah Safrial.

Terkait peningkatan status puskesmas, Bupati Safrial juga apresiasi. Menurutnya seluruh Kecamatan minimal harus memiliki puskesmas yang rawat inap.“Kita punya lahan di perbatasan, kita mendirikan puskesmas di daerah perbatasan, contoh di perbatasan Muaro Jambi untuk menarik ekonomi Moaro Jambi pinggiran. Lubuk Kambing kita bisa menarik ekonomi Tebo, demikian pula di Suban bisa mnarik ekonomi dari pinggiran Inhil tak terkecuali juga di Seberang Kota kita tarik ekonomo inhil, dengan mereka berobat di puskesmas kita,”tuturnya.
Rencana pembangunan rumah sakit baru di tungkal ulu ini mendapatan dukungan dari Anggota DPRD Tanjab Barat, salah satunya Alamsyah, SH. Politisi Partai Gerindra ini mencontohkan, Kabupaten Muaro Jambi yang memiliki 3 Rumah Sakit (RS) untuk memberikan pelayanan optimal terhadap masyarakat. Diantaranya Di kawasan Sungai Gelam, Sengeti dan Sungai Bahar.“Sementara kita di Tanjung Jabung Barat, yang tidak bisa kita pungkiri terbatasnya jarak antara Ulu dan Ilir, baru ada 2 RS semuanya di wilayah Ilir,” paparnya.
Selain itu, kata Alam, dari Rapat Pansus dengan Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Daud Arif, diketahui yang berobat menggunakan SKTM, pasien rawat inap di enam Kecamatan wilayah Ulu ada 8 orang, dan rawat jalan 4 orang. “Dan yang lebih menyedihkan lagi kita dirujuk ke RS Muaro Jambi, jadi selayaknya, kami anggota DPRD terlebih Gerindra sangat merespon membangun RS Baru dan meningkatkan status puskesmas menjadi puskesmas rawat inap,” tukas Alamsyah.

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)