Bejat, Warga Muara Bulian Ini Perkosa Dua Anak Tirinya

246 views
banner 468x60)

Muara Bulian – Polres Batanghari gelar konferensi pers terkait kasus penangkapan pelaku pemerkosaan terhadap kedua orang anak tirinya, yang terjadi di Wilayah hukum Polres Batanghari.

Konferensi pers tersebut di Gelar di depan halaman Kantor Polres Batanghari. Kegiatan konferensi pers ini tetap memperhatikan Protokol Kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19. Sabtu (30/05).

Dalam konferensi pers Kapolres Batanghari AKBP. Dwi Mulyanto menyampaikan, perlu di ketahui yang mana tersangka A merupakan Pelaku kasus pemerkosaan terhadap dua orang anak tirinya. A merupakan warga Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari.

” Kronologisnya, tersangka mulai menyetubuhi ke dua anak tirinya tersebut dalam rentan waktu berbeda. Pertama kali A menyetubuhi anak tiri pertamanya dari September 2019 sampai April 2020 sampai korban hamil, bukan hanya itu saja, ketika tidak puas dengan anak pertamanya, A mulai melirik adik korban sehingga berhasil meyetubuhi adik korban dari Januari 2020 sampai Mei 2020,”Terangnya.

Dwi Juga menjelaskan bahwa, kejadian tersebut terungkap saat keluarga korban melakukan kumpul bersama Rabu 27 Mei 2020 sekira pukul 15.00 wib membahas soal kecurigaan dan isu yang sudah berkembang. Pada saat rembuk keluarga tersebut, korban ditanyai oleh neneknya, dan akhirnya korban mengaku bahwa yang melakukan tersebut adalah ayah tirinya.

“Ketika siapa pelaku yang telah menghamili dan menyetebuhi korban terungkap, keluarga korban langsung melaporkan hal tersebut pada Kamis 28 Mei 2020 ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Batanghari sekira pukul 16.30 wib. Setelah menerima laporan tersebut, anggota kita melakukan visum dan pemeriksaan terhadap saks-saksi,”Ungkap Dwi

Dengan demikian, setelah diyakini korban telah disetubuhi oleh pelaku, Unit PPA dibantu Babinkamtibmas serta tim OpsNal Polres Batanghari melakukan pengejaran terhadap pelaku, dan saat proses pengejaran tersebut pelaku berusaha melarikan diri. Namun, anggota berhasil mengamankan pelaku sekira pukul 18.30 wib dan dibantu oleh warga sekitar.

“Dalam proses penangkapan terhadap pelaku, saat itu warga tidak terima dan menganiaya pelaku. Melihat hal tersebut anggota kita langsung bergerak cepat melarikan tersangka dari amukan masa yang berjumlah kurang lebih 300 orang,”Jelas Dwi

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 81 ayat (1) dan (3) undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan ke dua atas undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Pasal 76D UU RI Nomor 35 Tahun 2014 temtang perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

” Untuk itu, atas perbuatannya pelaku terancam pidana penjara paling singkat Lima tahun dan paling 20 tahun penjara,”Tutupnya.(RUD)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)