Belum Tercapainya Pemerataan Pendidikan di Indonesia

353 views
banner 468x60)


Saat ini, Indonesia memiliki permasalahan di bidang sumberdaya manusia. Jumlah pekerja melimpah namun pendidikannya relatif rendah. Padahal satu dekade telah berlalu sejak negeri ini mengejar ketertinggalan di bidang pendidikan dengan menggelontorkan seperlima dari anggarannya ke sektor pendidikan sesuai dengan amanat UUD 1945 pasal 31 ayat (4) dan UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 49 ayat (1). Dengan harapan, kualitas pendidikan di Indonesia pun kian kompetitif. Pendidikan di Indonesia bukan belum berkualitas, tetapi sudah ada yang berkualitas namun masih banyak yang belum berkualitas. Bukti pendidikan di Indonesia sudah berkualitas adalah adanya anak – anak Indonesia yang berprestasi di ajang internasional seperti olimpiade sains dan berbagai kontes inovasi teknologi robotik. Meski nilai untuk dana pendidikan terbilang besar, pemanfaatannya dinilai belum optimal dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pemerataan pendidikan di Indonesia. Masih perlu adanya perbaikan dalam penggunaan alokasi dana pendidikan. Hal ini penting agar hasil yang muncul lebih baik.

Yang menjadi masalah saat ini adalah tidak semua sekolah di Indonesia dapat memiliki kemampuan untuk melahirkan produk – produk lulusan yang berkualitas dan memiliki daya saing. Hal ini disebabkan adanya sebuah kesenjangan pendidikan yang terjadi antar daerah di Indonesia. Padahal belanja atau pengeluaran negara sudah diatur oleh undang-undang untuk mengurangi masalah ketimpangan sosial dan ekonomi daerah. Pendidikan akan berkualitas jika semua aspek dalam pendidikan sudah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan di Indonesia.

Sejauh ini yang terlihat jelas sebagai penyebab terjadinya kesenjangan antar daerah di Indonesia adalah tidak semua sekolah di Indonesia memiliki fasilitas yang memenuhi standar pemerintah. Contohnya adalah laboratorium komputer, jangankan sekolah di desa, sekolah di kota pun masi ada yang belum memiliki laboratorium komputer atau memiliki laboratorium komputer namun jumlahnya tidak seimbang dengan siswa yang akan menggunakannya. Selain itu yang paling penting bagi sebuah pendidikan di Indonesia adalah guru. Sebuah hasil riset menunjukkan bahwa apabila guru memiliki kemampuan yang baik maka potensi pelajarnya akan meningkat secara signifikan, begitupun sebaliknya. Namun masalah guru masih sangat memprihatinkan di Indonesia. Banyak guru yang berkualitas menumpuk di suatu sekolah tertentu atau bahkan di daerah tertentu. Sebagai contoh guru di Papua yang mengajar Bahasa inggris di sekolah, tetapi guru tersebut belum menguasai penuh di bidang pelajaran tersebut dan ini akan berdampak pada kualitas lulusan dari sekolah tersebut. Maka dari itu kebijakan untuk meningkatkan kualitas manusia di Indonesia juga harus ditekankan pada perbaikan kualitas guru, mulai dari proses penyaringan, pendidikan keguruan, pengembangan pembelajaran, metode pengajaran yang tepat dengan memanfaatkan teknologi, dan penyebaran guru – guru tersebut diseluruh daerah di Indonesia.

Selasa, 17 Desember 2019

Yosti Ayzura
Mahasiswi DIII Akuntansi PKN STAN

 

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)