Bendahara Tak Dilibatkan, Kepsek SDN 166 Geragai Diduga Selewengkan Dana BOS

banner 468x60)

MUARASABAK-Pengelolaan dan pengunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) seharusnya dikelola dengan trasnparan dengan melibatkan Bendaharawan dan Komite sekolah. Tapi sayangnya dilapangan Kepsek kerap ditemukan memegang langsung dana bos tersebut tanpa melibatkan lagi bendahara.

Seperti yang terjadi di SDN 166/X Kecamatan Geragai. Kepsek Erdin.A, Ma.Pd, diduga melakukan penyimpangan dalam pengelolaan dana Bos pasalnya, bendahara di sekolah tersebut tidak pernah dilibatkan dalam pengelolaan dana bos.

Bendahara SDN 166 Geragai, Rohima,S.Pd.SD, saat dikonfirmasi di sekolahnya belum lama ini tidak menampik dan membenarkan, bahwa dirinya memang tidak pernah dilibatkan oleh Kepsek dalam pengelolaan dana BOS. Sehingga, pengeluaran belanja dan berapa jumlah dana BOS yang diterima sekolahnya ia tidak tahu. “Aduh mas saya juga tidak tahu berapa jumlah dana BOS nya. Saya tidak pernah dikasi tau,” ungkapnya.

Lanjutnya, apalagi mengenai tentang kebutuhan-kebutuhan sekolah, ia tidak pernah tahu dana bos tersebut dibelanjakan untuk kebutuhan apa saja.”Jangan kan memberi tau saya, rapat musyawarah terkait pengelolaan dana BOS ke guru-guru sekolah saja tidak pernah, apalagi ke orang tua siswa, tidak pernah sama sekali semenjak dia (Kepsek, red) dilantik,” katanya sambil ditimpali oleh seluruh guru yang ada diruangan kantor sekolah tersebut.

Selain itu ia mengaku bahwa tidak tahu jika saat ini SK Bendahara sekolah ditanda tangani langsung oleh Bupati, menurutnya selama ini Kepsek tidak pernah memberitahukan hal tersebut.”Tidak ada tu mas. Saya tidak pernah dikasi tau kalau ada SK dari Bupati. Saya pun juga tidak pernah melihat SK nya,” akunya.

Mirisnya lagi, kebutuhan sarana dan prasarana seperti buku, fasilitas olahraga dan lainya yang menjadi penunjang belajar mengajar siswa disekolah tersebut banyak yang kurang.”Tidak ada, bukunya di foto copy sendiri-sendiri, karena bukunya sedikit, bola olahraga ini kami beli sendiri sokongan dengan kawan” jawab siswa serentak.

Sementara, Kepsek SDN 166/X Geragai, Erdin. A, Ma.Pd, dikonfirmasi membantah jika ia tidak melibatkan bendahara dalam pengelolaan dana bos. “Itu idak ado tu mas. Saya difitnah itu. Saya selalu memberitahukan kepada Bendahara, apa saja yang telah saya beli untuk keperluan sekolah. Pengeluaran atau pun uang yang masuk,” ucapnya.

Lanjutnya, mengenai kebutuhan sekolah dia mengaku terus melengkapinya dengan menggunakan dana BOS. “Saya selalu melengkapi kebutuhan sekolah, dan saya selalu melapor ke Bendahara,” sebutnya dengan nada terbata-bata.

Disinggung mengenai jumlah siswa yang dilaporkan sebelum tahun ajaran baru, Erdin mengatakan ada sebanyak 114 siswa yang dilaporkan.”Sebelum tahun ajaran baru 2017 ini, siswa kita sebanyak 114. Kalau untuk yang sekarang, karena ada penerimaan siswa baru jadi saya belum tau jumlahnya, masih belum direkap,” katanya.

Namun anehnya, berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Tanjabtim, triwulan II ada sebanyak 121 siswa di SDN 166/X Geragai yang laporanya masuk ke Disdik.(Hen)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)