BKSDA dan Bonbin Angkat Bicara Terkait Matinya Singa dan Harimau Taman Rimba

banner 468x60)

KOTA JAMBI- Dua satwa di kebun binatang taman rimba jambi yakni satu ekor singa jantan bernama Qori serta satu ekor harimau betina bernama Ayu meninggal dalam satu pekan kemarin

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi Rahmat Saleh dan didampingi kepala UPTD kebun binatang taufik buchori serta dokter hewan drh tarmizi saat press release di kantor BKSDA provinsi kepada awak media mengatakan bahwa singa jantan tersebut meninggal diakibatkan mengalami kegagalan jantung

“Nama singa Qori Umur 11 tahun dan Berat badan 150 kg asal awal Taman safari bogor
Diagnosa gagal jantung dimana
Sejak kedatangan singa betina bernama cinta dari kebun binatang siantar sering terjadi luka akibat proses alamiah penjodohan/perkawinan kemudian Pada tanggal 18 desember dilakukan operasi pada pelipis dan dijahit. Lalu
Pasca operasi diidentifikasi nafsu makan tidak stabil kemudian dilakukan Perawatan intensif dan di berikan obat. Kemudian Pada tanggal 19 januari singa jantan tersebut dinyatakan meninggal akibat gagal jantung dan pada tanggal
20 januari dilakukan penguburan di taman rimba jambi”ujarnya

Sementara itu dia menyampaikan terkait meninggalnya harimau betina benama ayu tersebut dikarenakan paru-paru basah atau pneumonia dimana disampaikannya bahwa sebelum meninggal dunia harimau betina tersebut telah menunjukkan gejala sakit

“Harimau ayu ini merupakan Anakan dari indukan asal ragunan. Untuk Kronologis pada tanggal 16 januari harimau ayu ini muntah-muntah dan masih aktif brgerak lalu pada tanggal 17 januari kondisinya mulai melemah dan tidak mau makan sehingga pada tanggal 18 januari dilakukan penanganan medis serta diambil sampel darah untuk uji lab. Kemudian tanggal 21 januari kondisi harimau ayu ada perubhan yakni mulai bergerak seperti kepala diangkat namun lemas lagi kemudian kita Infus dan berikan antibiotic,lasif dan vitamin kemudian tanggal 26 januari sekitar jam 1 malam harimau betina ayu tersebut dinyatakan meninggal”ujarnya

Dari hasil uji lab sriwijaya diketahui bahwa harimau betina tersebut meninggal diakibatkan paru-paru basah dan bangkai harimau tersebut dimusnahkan dengan cara di bakar

“Hasil uji lab sriwijaya bahwa harimau ayu tersebut mengidap paru-paru basah selanjutnya
Bangkai harimau tersebut dimusnahkan dengan cara di bakar dan sisanya di kubur berdampingan dengan kuburan singa jantan Qori tersebut”jelasnya

Semetara itu kepala UPTD Kebun binatang taman rimba jambi taufik mengatakan bahwa diduga harimau betina tersebut bisa terkena paru-paru basah karena kebiasaannya tidur di lantai yang terbuat dari semen

“Disana kami juga menyediakan tempat tidur untuk ayu tersebut di meja atau di semen dengan dialasi kayu namun harimau ayu tersebut enggan menempatinya”jelasnya

Hal senada juga disampaikan oleh drh tarmizi bahwa selama ini bahwa ayu tersebut terbiasa tidur dilantai sehingga terserang paru-paru basah

“Kalau kita lihat dari sistem perkandangannya, karena si Ayu ini terbiasa tidur di lantai, jadi si Ayu terkena paru-paru basah,”ujarnya.(mal)

 

 

 

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)