Bocah Diserang Buaya, BKSDA Jambi Belum Ada Solusi

banner 468x60)

MUARASABAK – Pasca bocah SD yang diterkam buaya Sungai Dendang, hingga saat ini pihak BKSDA belum memiliki solusi agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Pasalnya, Sungai Dendang yang terkenal sebagai tempat berkembang biaknya buaya, tidak mungkin dilakukan penangkapan atau pemindahan satwa ganas tersebut.”Yang jelas kalau dipindahkan tidak mungkin, karena buaya disana bukan dua atau tiga ekor. Buaya disana bisa mencapai ratusan ekor, karena Sungai Dendang itu memang telah menjadi habitatnya sejak dulu,” kata Rudi, salah seorang anggota BKSDA Provinsi Jambi yang turun ke lokasi bocah yang diterkam buaya (9/7).

Buaya yang menyerang bocah SD tersebut terang Rudi, memang merupakan spesies buaya yang paling ganas. namun terkait penyerangan buaya itu sendiri, pihak BKSDA belum dapat menyimpulkan penyebabnya. “Makanya hari ini (kemarin,red) kita turun untuk full data, dan akan kita bahas lagi nanti dengan tim yang ada di Jambi,” ucapnya.

Menurut Rudi, salah satu solusi yang dapat dilakukan pihak BKSDA adalah melakukan sosialisasi dengan warga setempat terkait kebaradaan buaya itu sendiri. Meskipun langkah ini dinilai kurang efesien, namun paling tidak sosialisasi tersebut dapat mengingatkan warga kemudian warga dapat melakukan tindakan yang diperlukan jika buaya kembali menampakan diri atau melakukan penyerangan.”Seperti yang saya bilang tadi, kita baru full data baru dapat menentukan langkah atau solusi terkait persoalan ini. Atau nanti kita dapat memberikan sosialisasi kepada warga, sehingga warga dapat lebih hati-hati ketika melakuka aktifitas di sekitaran Sungai Dendang,” paparnya.

Terpisah, salah seorang warga setempat Usman berharap, pihak terkait dapat memberikan solusi terbaik terkait keberadaan buaya yang kerap meresahkan warga setempat.

Penyerangan buaya terhadap bocah SD ini, tentunya menambah rentetan peristiwa penyerangan buaya Sungai Dendang. Meski kejadian tersebut tidak terjadi setiap tahun, namun tercatat sedikitnya ada lima peristiwa penyerangan buaya. Dimana dua diantaranya menyebabkan korban meninggal dunia.”Saya yakin pihak terkait punya solusi terbaik, nyawa kami tentunya lebih beharga ketimbang nyawa buaya itu sendiri,” tandasnya.(4N5)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)