BPJS Bungo Akui Kurangnya sosialisasi kemasyarakat

banner 468x60)

 

PBHSKNwfV4weJm5XKIufgzzHo4CnP9bz3DBcisZBzozh13RpBVpf_uYKeQgZpm9JQyHAEz4HJarWkVytZg7kOkJpZOC5foUIMcEfQzjA3kkhxEOEs27U_fptHffNvKbQD80IGCBDTeXcWGa0En5sk8VdLk8ZdyQz7gbu0-s=w470-h313-ncBungo – Terkait banyaknya keluhan masyarakat terkait kurang maksimalnya sosialisasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Bungo mengenai pemahaman menggunakan layanan BPJS Kesehatan, ini diakui oleh pihak BPJS Kesehatan Kabupaten Bungo.

 

Penegasan ini di sampaikan Fery Hardi selaku kepala kantor cabang BPJS Kesehatan Bungo, saat diskusi dengan puluhan Jurnalis Bungo, rabu (1/6).

 

“Kami memang mengakui kurangnya sosialisasi dari BPJS sehingga Minim pemahaman tentang BPJS Kesehatan,”Ungkap Fery.

 

Dijelaskan Fery, pihaknya selama ini hanya melakukan pemahaman terhadap peserta BPJS Kesehatan disaat peserta melakukan pendaftaran awal di kantor BPJS, dan untuk sosialisasi selanjutnya dilakukan jika ada undangan dari inatansi ataupun masyarakat untuk melakukan sosialisasi tentang pelayanan BPJS.

 

“Selama ini kami sudah melakukan pemahaman tentang pelayanan BPJS saat masyarakat melakukan pendaftaran sebagau peserta BPJS Kesehatan, namun untuk sosialisasi selanjutnya kami lakukan jika ada undangan dari pihak tertentu untuk melakukan sosialisasi lanjutan terkaitan pelayanan BPJS Kesehatan,” Ujarnya.

 

Lanjut Fery, kedepan pihaknya akan mengedepankan sosialisasi pemahaman pelayanan BPJS Kesehatan, agar seluruh masyarakat Kabupaten Bungo yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS dapat sepenuhnya mengetahui dan paham dengan pelayanan dan prosedur menggunakan BPJS Kesehatan.

 

“Kedepan kami akan terus melakukan pemahaman kepada masyarakat baik itu secara langsung maupun melalui media massa, agar tidak ada lagi kerancuhan dalam menggunakan BPJS Kesehatan,” Lanjutnya.

 

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Hanafi Bungo, Safaruddin Matondang juga mengakui kurangnya pemahaman masyarakat tentang pelayanan BPJS Kesehatan pasalnya, masih banyak pasien yang tidak mengetahui prosedur menggunakan BPJS.

 

“Banyak permasalahan yang terjadi di RS umum hanafi, dan yang paling sering kami mendapatkan keluhan terhadap pasien BPJS yang mengeluhkan pelayanan BPJS, mengenai selisih bayar cukup besar yang harus ditanggung pasien,”ungkap Safaruddin.

 

Lebih lanjut Safaruddin berharap kepada pihak BPJS agar secara serius melakukan pemahaman mengenai prosedur menggunakan pelayanan BPJS Kesehatan kepada masyarakat.

 

“Kami siap mendukung program dari BPJS, namun kami juga berharap kepada pihak BPJS agar meningkatkan sosialisasi pemahaman BPJS terhadap masyarakat,” ringkasnya. (Deh)PBHSKNwfV4weJm5XKIufgzzHo4CnP9bz3DBcisZBzozh13RpBVpf_uYKeQgZpm9JQyHAEz4HJarWkVytZg7kOkJpZOC5foUIMcEfQzjA3kkhxEOEs27U_fptHffNvKbQD80IGCBDTeXcWGa0En5sk8VdLk8ZdyQz7gbu0-s=w470-h313-nc

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)