Broken Home Jadi Pemicu Anak

banner 468x60)

Logo-Kriminal

*Terlibat Dalam Kasus Hukum*

Merangin-Selama tahun 2015, dari data yang diperoleh dari Badan Penyuluh Keluarga Berencana dan Perlindungan Anak (BPKBPA), terjadi peningkatan keterlibatan anak dibawah umur dalam kasus hukum.
Kepala BPKBPA Merangin, Elvis Suryana melalui Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Nurhasanah mengatakan, sejak Januari hingga September 2015, tercatat ada 12 kasus hukum yang menjerat anak dibawah umur.
‘’Sekarang banyak anak yang berhadapan dengan hukum. Justru kasus ini yang mencuat,”ungkap Nurhasanah.
‘’Untuk tahun 2015 ini terhitung sampai bulan sekarang saja, sudah ada 12 kasus yang kita tangani,”katanya.
Dibanding dengan tahun 2014 lalu kata Nurhasanah, kasus anak berhadapan dengan hukum justru mengalami peningkatan pada tahun 2015.
‘’Sepertinya kasusnya meningkat dibanding tahun lalu,” ucapnya tanpa menyebutkan jumlah kasus hukum yang membelit anak-anak di tahun sebelumnya.
Dari jumlah yang ditemui pihaknya tersebut jelasnya, umumnya kasus yang menjerat 12 anak dibawah umur tersebut yakni kasus pidana murni, sebagian besarnya seperti kasus pencurian.
Lebih lanjut Nurhasanah mengatakan, tindakan pidana yang dilakukan anak dibawah umur juga disebabkan oleh banyak faktor.
Yang lebih dominan adalah, lantaran disebabkan keterbelakangan ekonomi keluarga. Dan ada juga yang merupakan korban dari keretakkan rumah tangga.
‘’Hasil penelitian kita, rata rata mereka korban broken home (Keretakan Rumah Tangga) dan juga faktor keterpurukan ekonomi keluarga. Jadi banyak faktor lah,” ujarnya.
Dan yang lebih memilukan lagi, yang menjadi faktor anak anak nekad melakukan tindak pidana murni adalah ayah yang tidak mau mengakui anaknya sendiri. Dikatakan Nurhasanah, inilah yang menjadi pemicu anak untuk berbuat hal hal yang bertentangan dengan hukum.
‘’Salah satunya yang kita temui ada anak yang tidak diakui oleh Bapaknya sendiri, sehingga jadi penyebab dia melakukan tindakan melawan hukum,” tambahnya.
Dari kasus kasus tersebut juga ditambahkannya lagi, berdasarkan aturan terkait, seperti Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, kasus tersebut sudah ditangani.
‘’Dengan banyaknya kasus hukum yang menimpa anak, kita menghimbau semua pihak, terutama keluarga dapat menjaga moral anak sedini mungkin,”pungkasnya.(MT)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)