Bupati Syahirsah Ikut Saksikan Prosesi Rapid Test Pengurus dan Guru Pontren di Batanghari

119 views
banner 468x60)

Muara Bulian – Tim Gugus Tugas Percepatan Penaganan Covid-19 Kabupaten Batanghari menggelar pemeriksaan rapid test kepada Pengurus sekaligus Guru Pondok Pesantren (Pontren) yang ada di Kabupaten Batanghari.

Pemeriksaan ini, salah satu di antaranya dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Aufa di kawasann Jalan NES.II Desa Sungai Buluh, Kabupaten Batanghari. Selasa (16/06).

Dalam pelaksanaan uji rapid test terhadap Guru Pontren tersebut di hadiri langsung oleh Bupati Batanghari Ir.H.Syahirsah,Sy, Perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat, Tim Pengawas Protokoler Covid-19 dari TNI dan Polri, para Pengurus dan Guru Pontren Darul Aufa dan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Batanghari lainnya.

Setelah pelaksanaan uji rapid test terhadap Pengurus dan Guru, Pimpinan Pontren Darul Aufa Sayfudin mengucapkan terimakasih karena Bupati Batanghari telah mengizinkan kembali untuk Pondok Pesantren dalam memulai aktivitas proses belajar mengajarnya.

“Dan Saya sangat sepakat atas keputusan Bupati dalam hal mengajar harus melakukan rapid test terlebih dahulu agar para santrinya aman, dan saya juga meminta apapun hasil yang di dapat dari uji rapid test nanti agar hasilnya jadi konsumsi internal saja,”Harapnya.

Sementara itu Bupati Batanghari Ir.H.Syahirsah,Sy mengatakan, pelaksanaan rapid test yang dilaksanakan di Pontren Darul Aufa ini, merupakan kesepakatan yang sebelumnya yang dirapatkan bahwa pihak Pontren yang ada di seluruh Kabupaten Batanghari untuk kembali membuka proses belajar mengajar.

Lanjut Bupati, namun saat itu saya mengusulkan agar Pontren boleh melaksanakan aktivitasnya kembali dengan catatan para Pengurus dan Guru Pontren untuk di lakukan uji rapid test sebelum mengajar, demi keamanan para Santri dan Santriwati yang akan di ajar nanti.

“Untuk hari ini di pontren Darul Aufa ada 17 orang yang dilakukan uji rapid test yang terdiri dari Pengurus hingga para Guru, dan nanti juga akan dilakasanakan di pontren lain. Jadi, di perkirakan ada 447 Pengurus dan Guru yang akan di rapid test nantinya,”Ungkapnya.

Syahirsah menambahkan, perlu juga di ketahui sebenarnya para Guru juga meminta agar para Santrinya juga di rapid test. Namun, keadaan tidak memungkinkan dimana kapasitas alat yang ada hanya berkisar 500an sedangkan Santri dan Santriwati di Batanghari mencapai 5000 an orang, sehingga yang paling di utamakan terlebih dahulu ialah para Guru Pontren.(RUD).

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)