Buruh Berjalan Kaki dari Medan Tiba di Jambi

banner 468x60)
Para buruh yang berjalan kaki

Para buruh yang berjalan kaki

 

JAMBI–Ratusan buruh dari PT.Pelindo Belawan 1 Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara melakukan aksi jalan kaki dari Kota Medan menuju Ibu Kota Jakarta, untuk menyampaikan keluhannya langsung kepada Orang Nomor satu di Indonesia.

Setelah 16 hari melakukan perjalanan dari Kota Medan, Ratusan buruh yang menuntut hak kepada pihak perusahaan itu tiba di Kota Jambi, dalam perjalanannya kantor polisi salah satu menjadi tempat peristirahatan mereka.

Aksi jalan kaki tersebut berlangsung sejak 20 Januari lalu, pergerakkan dilakukan karena para buruh diminta untuk melakukan kontrak kerja baru, parahnya lagi kontrak itu melalui  Outsourcing (Alih Daya) atau dikenal sebagai penyediaan jasa tenaga kerja, sedangkan pihak perusahaan tidak memberikan konpensasi atas peralihanyang dimaksud.”Mereka menuntut untuk diberikan hak dan kewajibannya, mereka sudah lakukan aksi damai di Medan cuma tidak digubris jadi mereka melakukan aksi jalan kaki ke Jakarta ingin menemui Presiden,” kata Sahal Simanjuntak, Korwil Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Jambi, Senin (6/2) kemarin.

Saat ini, kata Sahal yang ditemui awak media sampai di Kota Jambi, para buruh sebagian telah tiba di Polsek Danau Teluk, sekitar pukul 12:15 Wib untuk istirahat, sedangkan buruh yang lainnya masih dibelakang menuju Polsek tempat peristirahatan.

Sementara itu, Arsula Gultom Koordinator Aksi mengatakan, awalnya parah buruh dari Medan tujuan Jakarta sebanyak 150 orang, namun di dalam perjalanan banyak kendala yang dihadapi, dan sampai di Kota Jambi hanya bertahan sekitar 100 orang buruh.”Yang sakit kita suruh pulang, nanti kalau sudah sembuh pengen menyusul silahkan, naik bus apa naik yang lainnya silahkan,” katanya, saat beristirahat di Polsek Danau Teluk, Senin (6/2) kemarin.

Aksi ini dilakukan karena kata dia, karena pihak buruh pernah beberapa kali melakukan aksi dan menyurati pihak PT.Pelindo Belawan untuk membicarakan permasalahan pihak buruh dan pihak perusahaan tersebut.”Kita sudah 11 hari demo, sudah menyurati pihak Pelindo untuk membicarakan soal permasalahan ini, namun dari pihak Pelindo tidak ada respon sama sekali, aksi kita juga tidak digubris,” keluhnya.

Hal itu sambungnya membuat para buruh berinisiatif untuk langsung menyampaikan permasalah tersebut kepada Presiden Joko Widodo, pasalnya PT.Pelindo merupakan salah Perusahaan milik BUMN.”Kenapa saya harus lapor ke pak Jokowi karena pemilik pendiri perusahaan itu pemerintah, kepada negaranya Pak Jokowi. Perindo ini kan milik BUMN, perusahaan BUMN kepala negara harus berperan di sini,” katanya.

 

Mereka menargetkan akan mencapai tujuan Jakarta pada akhir bulan Februari ini.”Kita siang jalan kaki, tapi kalau malam istirahat, itupun sekitar jam 10 jam 11 malam kita masih jalan,” katanya.

 

Ditanya, bagaimana konsumsi para buruh selama diperjalanan menuju Jakarta, Arsula Gultom mengatakan, dirinya dan rombongannya hanya membawa bekal Rp2.000.000, namun di tengah perjalanan banyak menerima bantuan dari para dermawan yang mendukung aksinya tersebut.”Para dermawan banyak sekali yang membantu, kita dari sana hanya modal uang Rp 2 juta, dalam perjalanan ada Bupati yang membantu, ada Kapolres yang bantu,  ada Kapolsek yang bantu, ada Camat juga yang bantu, dan juga ada masyarakat yang mambantu kita,” ungkapnya.

Arsula menerangkan, mereka para buruh melakukan aksi nekad tersebut ada dua alasannya ingin langsung menyampaikan kepada Presiden. Yang pertama, kata Arsula, para buruh yang bekerja selama 24 jam hanya di bayar oleh pihak PT Pelindo Belawan 1 Kota Medan hanya 8 Jam, atau Upah Minimun Pekerja (UMK).”Ada uga yang bekerja 12 jam dan di bayar hanya 8 Jam. Hari libur Nasional tidak pernah dibayar lemburnya,” keluhnya.

Alasan kedua, lanjut Arsula, pada 1 Januari lalu, pihak PT.Pelindo Belawan 1 Kota Medan telah membuat surat edaran yang berisikan para karyawan yang sudah bekerja puluhan tahun, menjadi karyawan outsourcing.”Itulah yang harus kita tolak, Kenapa harus ke Jakarta kita sudah 11 hari demo dan menyurati PT.pelindo untuk kita membicarakan ini, tapi tuntutan kita tidak di gubris sama sekali,” tandasnya.

Laporan Wartawan Provinsi Jambi, (Syah)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)