Data CSR Bappeda Dan Perusahaan Berbeda, Ada Apa?

banner 468x60)

csr_blog

rakyatjambi.co, KUALA TUNGKAL – Komisi II DPRD Tanjung Jabung Barat Curiga dengan data CSR yang di bacakan oleh Pihak Bappeda dan Perusahaan berbeda. Dewan pertanyakan penegakan Perda CSR karena separuh dari total perusahaan tidak menunaikan kewajibannya.

Pembahasan mengenai dana CSR ini merupakan undangan dari Pihak Komisi II DPRD Tanjung Jabung Barat. Rapat itu sedianya dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II, Dedi Hadi dan diikuti oleh seluruh anggota Komisi II. Hadir sebagai tamu undangan, Ada Bappeda selaku sekretariat CSR, pihak-pihak perusahaan yang tergabung dalam group CSR di Tanjab Barat.

Rapat itu sendiri dimulai dari ketua rapat, Dedi Hadi yang meminta kepada Kepala Bappeda, Drs Firdaus Khatab untuk menjelaskan mengenai pelaksanaan CSR. Pada kesempatan itu pula diakui Dedi Hadi bahwa selama ini dewan tidak pernah diberitahukan mengenai laporan penyaluran dana CSR dari perusahaan yang ada. Sehingga mereka melakukan rapat dan memutuskan untuk memanggil pihak terkait dalam satu forum resmi.“ Kami akui memang lalai menyampaikan laporan itu ke dewan. Tetapi, pada akhir tahun depan, kita akan tertib sampaikan laporan penyaluran dana CSR dari perusahaan yang ada,”ujar Firdaus Khatab.

Usai mengungkapkan alasan itu, selaku sekretariat CSR dirinya membacakan laporan penyaluran dana CSR mulai dari tahun 2012 hingga 2016. Termasuk dengan besaran nilai dan jumlah perusahaan yang terdata pada secretariat CSR. Akan tetapi, ketika Anggota Komisi II, H Ikrom meminta juga kepada pihak perusahaan memaparkan data CSR yang telah disampaikan, terjadi perbedaan nilai salur. Sehingga hal itu menjadi debatable antara dewan, perusahaan dan bappeda.“Saya pinta pihak perusahaan jujur dalam melaporkan nilai CSR yang ada. Data yang disampaikan itu berbeda dari yang dipegang oleh Bappeda. Padahal data Bappeda itu dari laporan perusahaan. Bagaimana bisa,”ungkap H Ikram.

Dari apa yang terdengar, pihak perusahaan PT PetroChina dan PT WKS yang menyampaikan data laporannya. Dan itu pun tidak semua disampaikan rinci dalam forum tersebut. Perwakilan dari PetroChina mengakui jika dalam pelaporan mereka memang terjadi perbedaan.

Hal itu dikarenakan system laporan keuangan yang mereka gunakan beda dengan yang dipakai pemerintah. Dan dana yang dipegang Bappeda itu data yang benar, tetapi bukan data terbaru. Sehingga muncul perbedaan nilai yang disalurkan. Demikian pula dengan pihak PT WKS yang data laporannya berbeda. Dan kedepan mereka akan melaporkan kembali setiap penyaluran CSR dari setiap kegiatan yang sudah dilaksanakan. Sehingga update data terbaru mengenai CSR itu tidak terjadi perbedaan laporan.

Sementara itu, Jamal Darmawan salah seorang pengusaha pinang di Tanjab Barat justru mempertanyakan dibentuknya forum CSR. Selain itu, setelah perusahaannya dimasukan dalam forum, tidak ada informasi mengenai kegiatan anggota forum dan kewajibannya. Maka dari itu, diakuinya jika perusahaannya sampai saat ini belum melaporkan penyaluran dana CSR nya kepada pemerintah.

Meskipun diakuinya mereka selalu mengeluarkan dana CSR terhadap masyarakat lingkungan setempat.

Rapat itu pun akhirnya di tunda. Karena perwakilan pihak perusahaan yang hadir tidak semuanya melengkapi diri dengan data. Sehingga banyak yang tidak bisa menyebutkan berapat nilai yang sudah disalurkan ke masyarakat.(eko)

 

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)