Debit Air Sungai Batanghari Meningkat, Sebulan PDAM Tirta Batanghari Habiskan 18 Ton Tawas

81 views
banner 468x60)

 Muara Bulian – Debit air sungai Batanghari di saat musim penghujan mengalami peningkattan, hal ini membuat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Batanghari meningkatkan jumlah tawas penjernih air, yang mana biasanya hanya sebanyak 180 Ribu kg atau 180 Ton dalam setahun, kini penggunaan tawas meningkat 20 persen dalam 5 bulan terkahir.

Penggunaan tawas yang dilakukan pihak PDAM sendiri itu bermanfaat untuk menjernihkan air saat sudah masuk dalam proses penyulingan air tawas atau dalam bahasa ilmiah biasa disebut dengan almunium sulfat yang berfungsi untuk mengikat partikel air agar menggumpal dan mengendap kedasar sumur, yang mana tawas merupakan kelompok garam yang berbentuk kristal berwarna putih sedikit keruh.

Kepala Bidang Teknik PDAM Tirta Batanghari Supran mengatakan, demi menjaga kejernihan air, pihaknya dalam sebulan menggunakan tawas sebanyak 15 Ribu kg atau 15 ton, dan setahun menghabiskan 180 ton tawas guna air telihat jernih. Namun, sejak musim penghujan terjadi pada September 2019, penggunaan tawas sendiri mengalami peningkatan sebanyak 20 persen atau sekitar 3 ribu Kg atau 3 ton, yang biasanya hanya 15 Ton sekarang menjadi 18 ton tawas dalam sebulan.

Lanjut Supran, untuk pengguna air PAM sendiri, di Kabupaten Batanghari yang menggunakan hanya ada di 7 Kecamatan yaitu, Kecamatan Muara Bulian, Kecamatan Pemayung, Kecamatan Mersam, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kecamatan Maro Sebo Ilir, Kecamatan Batin XXIV dan Kecamatan Muara Tembesi.

“Saat ini kondisi baku mutu air sendiri, saat kondisi debit air sungai yang mengalami kenaikan ini, baku mutunya berada di angka 50 skala NTU, bisa dikatakan tidak keruh dan untuk standar dari kementerian kesehatan sendiri baku mutu air itu berada di angka 25 skala NTU,”ujarnya.(RUD)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)