Demo Tolak Parkir Berbayar, Mahasiswa Unja Bentrok dengan Security

banner 468x60)

Jambi – Ribuan mahasiswa Universitas Negeri Jambi (UNJA) melakukan aksi unjuk rasa di kampus mereka. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan sistem parkir berbayar di UNJA, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Senin (19/2).

Dalam aksi tersebut ribuan masa mahasiswa Unja berjalan kaki menuju gedung rektorat. Di barisan terdepan, terlihat ada arak-arakan teaterikal orang yang dilumuri lumpur, serta berjejer spanduk petisi tanda tangan penolakan parkir berbayar, dan poster-poster yang mengungkapkan penolakan terhadap parkir berbayar.

Aksi ini merupakan respon mahasiswa terhadap sistem parkir berbayar, yang dianggap sangat merugikan mahasiswa. Belum lagi harus membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang tinggi, sekarang ditambah dengan biaya parkir yang tarifnya mengikuti tarif parkir di mall.”Kami merasa tertindas, bagi kami itu sangat memberatkan,” ungkap salah satu mahasiswa saat berorasi.

Rektor Universitas Jambi, Johni Najwan, langsung menemui ribuan mahasiswa. Dirinya mengaku sistem parkir berbayar tersebut bukan keinginannya, melainkan keputusan bersama.”Parkir berbayar itu bukan keinginan rektor, itu keputusan bersama bukan keputusan rektor sendiri,” katanya saat di hadapan ribuan mahasiswa.

Dikatakan Jhoni Najwan, hampir dua tahun dirinya menjabat sebagai rektor dan menerapkan parkir gratis, banyak laporan kendaraan mahasiswa yang hilang.”Bahkan siapa yang bisa menangkap pencuri motor akan diberi hadiah 1 juta, tapi sampai sekarang tidak ada yang bisa menangkap pencuri itu,” katanya.

Maka dari itu pihak kampus mengambil kebijakan, bahwa parkir di kampus UNJA harus di kelola secara profesional, dengan tujuan para mahasiswa yang sedang kuliah tidak khawatir kendaraannya hilang.

Pernyataan Rektor UNJA di atas, jelas menggambarkan bahwa sistem parkir berbayar harus tetap diterapkan. Karena hal tersebut sudah menjadi keputusan secara bersama.

Namun, menurut pengakuan salah seorang mahasiswa yang juga merupakan Gubernur BEM Fisipol Unja Ilham Nur atas pernyataan tersebut sangat tidak sesuai dengan kenyataan. Karena pihak kampus tidak pernah melibatkan mahasiswa, baik itu BEM maupun mahasiswa secara keseluhan dalam mengambil kebijakan tersebut.”Pihak kampus tidak melibatkan mahasiswa dalam proses rapat pimpinan dalam pembentukan sistem berbasis parkir,” ujar Guberbur BEM Fisipol UNJA, saat dikonfirmasi, Senin (19/2).

Dari informasi yang berhasil dihimpun tarif parkir yang akan diberlakuakan untuk kendaraan roda empat 3 jam pertama sebesar Rp 2.000, satu jam berikutnya Rp 2.000, 18 jam berikutnya/menginap Rp 6.000. Sementara untuk sepeda motor tarif parkir 3 jam pertama Rp 1.000, satu jam berikutnya Rp 1.000, 18 jam berikutnya/menginap Rp 3.000.

Untuk diketahui, aksi unjuk rasa mahasiswa UNJA ini sempat mendapat tindakan refresif dari petugas keamanan kampus. Aksi saling dorong pun tidak dapat terhindarkan antara mahasiswa dan security UNJA. Namun hal ini berhasil dilerai setelah pihak kepolisian datang ke lokasi.

Laporan Wartawan Provinsi Jambi (Syah).

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)