Dewan Pers & BNPT Perjelas Etika Penulisan Pemberitaan Isu Terorisme

banner 468x60)

img_20161013_121255rakyatjambi.co, JAMBI— Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT ) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Jambi ( FKPT ) menggelar seminar dengan tema Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers Dalam Meliput Isu-Isu Terorisme, acara tersebut digelar di lantai dua, Hotel Shang Ratu Jambi, Kamis ( 13/10/2016 ).

Dalam acara tersebut dihadirin oleh Anggota Dewan Pers, Imam Wahyudi, Kepala BIN Daerah Jambi, Brigjen.Pol Dwi Hartono, Dosen Ilmu Komunikasi IAIN STS Jambi, Muhaimin,S.Pd..,M.Si, Wadir Dinmas Polda Jambi AKBP.Drs. Zainuri Anwar, Kapanrem Imam Syafei, Kabid Humas Polresta Sri Kurniawati, Kepala Kesbangpol Jambi Ali Dasril, dan Dewan Pers Jimmi Silalahi.

Wadir Dinmas Polda Jambi AKBP.Drs Zainuri Anwar mengatakan, penyebab radikalisme ada berbagai faktor yang meliputi faktor ekonomi, sosial budaya, politik, anti asing, dan fanatisme agama. ” ciri dan karakteristik teroris yaitu, komunitas ekslusif ( tertutup ), tidak mengakui adanya paham orang lain, menyatukan antara ajaran agama dengan pemahaman agama sehingga jika ada yang berbeda dianggap telah melanggar agama, menganggap dirinya/kelompoknya paling benar, kampanye kebencian terhadap pihak lain, mengajak lakukan kekerasan, dan menteror orang lain dengan keyakinan kelompoknya,” terangnya.

Sementara itu Muhaimin, M.I Kom Dosen IAIN STS Jambi dalam kata sambutannya, beliau mengatakan, yang perlu dilihat pemberitaan yaitu realitas pemberitaan, misalnya berita pengeboman bisa saja sifatnya ditambahin biar menarik, atau menambahkan itu realitas yang ada, sehingga ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana media mengangkat pemberitaan,” tentu kita sebagai jurnalis, bahwa pemberitaan terorisme jangan menciptakan teror kepada publik, dan ini sangat menakutkan bagi maayarakat, jangan kemudian justru dengan pemberitaan memunculkan aksi teror yang membuat masyarakat resah, jurnalis harus hati-hati, ” bebernya.

Dewan Pers Jimmi Silalahi menyampaikan terkait Diseminasi Peliputan, beliau mengatakan wartawan wajib menghindari mengungkap rincian modus operandi tindak pidana terorisme seperti cara merakit bom, komposisi bahan bom, oleh sebab itu harus tetap terkontrol. “Media harus cerdas dan berkompeten dalam mengamati, dan mendalami,Wajib melakukan check dan rechek terhadap semua berita,” tegasnya.

Laporan Wartawan Provinsi Jambi, Sarolangun Ekapres ( Mar ).

 

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)