Dewan Sorot Kinerja Dokter RSUD

banner 468x60)

43rumkit
MERANGIN,rakyatjambi.co-Anggota DPRD Merangin menyesalkan seringnya dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolonel Abunjani Bangko datang terlambat. Apa lagi keterlambatan para dokter tersebut diduga karena sibuk melayani pasien yang datang ke tempat praktek mereka.
Kekesalan tersebut dilontarkan oleh Hery S Mohza, anggota DPRD Merangin dari fraksi Golkar saat dihubungi.
“Kita sangat tidak setuju terhadap dokter yang buka praktek saat jam dinas,” tegas Politisi yang biasa disapa Taboy ini.
Diungkapkannya, dokter yang ada di RSUD Kolonel Abunjani Bangko itu merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dan semua PNS memiliki kedudukan hukum yang sama, tidak terkecuali dengan PNS yang berprofesi sebagai dokter.
Untuk itu sebutnya, dokter-dokter PNS yang bekerja di rumah sakit harus mengikuti aturan yang berlaku. Dimana masuk pagi hingga sore, sesuai aturan yang berlaku di Kabupaten Merangin.
“Kalau mereka buka praktek di jam dinas tentu kinerja mereka sebagai dokter PNS di rumah sakit terganggu,” sesalnya.
Kalau itu yang terjadi wajar saja sesalnya, pelayanan rumah sakit sering dikeluhkan. Apa lagi pasien yang sudah datang kerumah sakit harus menunggu lama karena dokter tidak ada dilokasi.
“Yang jadi korban masyarakat kecil, sudah capek-capek ke rumah sakit, tahunya dokternya tidak ada. Kalau mereka ke tempat praktek tentu biaya akan mahal,” katanya.
Untuk itu dia meminta agar direktur RSUD Bangko segera memberi tindakan terhadap oknum dokter yang diketahui membuka praktek di jam dinas.
“Jika tidak diberitindakan, hal ini akan terus terjadi. Pemkab atau direktur rumah sakit harus segera mengambil tindakan. Kalau tetap dibiarkan, mending tutup saja rumah sakit, dokternya juga tidak ada,” ucapnya.
Sebenarnya tambah Heri, sah-sah saja jika dokter membuka praktek dirumahnya. Namun itu bisa dilakukan diluar jam dinas mereka sebagai PNS.
“Kita tidak menutup pintu rezeki orang, tapi itu harus dilakukan diluar jam kerja,” tuturnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Subhan, ketua Komisi II DPRD Merangin. Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan ini mengaku prihatin dengan pelayanan di RSUD Bangko. Untuk itu dia mendorong pemerintah daerah agar serius memperhatikan masalah tersebut.
‘’Pemerintah daerah harus mencari solusi, karena kasian bila berobat di rumah sakit harus nganre lama, apa lagi datang jauh jauh sampai dirumah sakit dokternya tidak ada,” jelasnya.
Ia menegeskan sebaiknya pihak rumah sakit dan pemerintah daerah, secepatnya melakukan penambahan tenaga dokter, terutama untuk dokter kandungan dan spesialis anak.
‘’Ada dua tambahan dua dokter ini saja itu sudah lumayan, setidaknya ada peningkatan pelayanan karena dokternya banyak,” tegasnya.
Subahan mengatakan hal tersebut tergantung keseriusan dari Pemerintah Daerah, karena dilihat dari segi kebutuhan dana untuk menambah dua dokter spesialis, Kabupaten Merangin masih mampu.
‘’Saya rasa soal dana bisa dianggarkan, yang penting usahakan cari pastikan dulu bahwa ada dokter yang mau bekerja di Merangin,” Tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, para pasien mengeluhkan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolonel Abunjani Bangko. Pasien mengaku, kesal karena mereka harus menunggu berjam-jam apabila ingin berobat.Pasalnya, kendati sudah mendaftar sejak pagi dan menunggu lama, ternyata dokternya datang siang.
Berdasarkan penelusuran, para dokter spesialis RSUD Bangko, selama ini diduga kuat lebih mengutamakan jasa layanan bagi pasien yang berdatangan ke tempat praktek mereka di rumahnya masing-masing.
Terkait hal ini Direktur RSUD Kolonel Abunjani Bangko, Berman Saragih dikonfirmasi membenarkan adanya oknum dokter yang berbuat seperti itu. Namun sejauh ini sebutnya, pihaknya telah memberikan himbauan.
“Ya memang ada beberapa dokter yang seperti itu. Dan sejauh ini kita telah memberikan himbauan untuk tidak praktek di jam dinas,” ungkapnya.(MT)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)