Di 34 Provinsi Kecuali Bali, GRIND Sudah Dibentuk

922 views
banner 468x60)

img-20161215-wa0006Kuntum : DPW Jambi tak boleh kalah

rakyatjambi.co, JAMBI–Pergerakkan Partai Perindo patut diancungkan jempol, betapa tidak diusianya yang baru seumur jagung atau resmi menjadi partai pada 2014 lalu, partai besutan Hary Tanoesoedibjo ini sudah memiliki berbagai organisasi sayap hingga ditingkat RT diseluruh nusantara.

Setelah memiliki DPRt, sayap kartini, pemuda,  sayap kembali dibentuk yang diberi nama Garda Rajawali Perindo (GRIND), bahkan GRIND dibawah komando Kuntum Khairu Basa (Ketum) sudah memebentuk Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di 34 Provinsi kecuali Bali.

Dari 33 DPW GRIND se-indonesia yang sudah dibentuk, diakui Ketua Umum GRIND, Kuntum Khairu Basa, diyakini bisa menjadi andalan untuk membesarkan nama Partai Perindo, karena menurut dia seluruh DPW yang ada dikelola para anak muda berprestasi dan memiliki integritas yang tinggi, termasuk ketua DPW GRIND Provinsi Jambi. “Saya sangat yakin para pengurus GRIND bisa dan harus bisa membesarkan Partai Perindo karena saya berprinsif pengurus GRIND nantinya bukan menjadi pencari jabatan atau pekerjaan melainkan jabatan yang mencari pengurus GRIND, ” tutur Kuntum disela-sela kunjungannya di Kota Jambi bersama HT menghadiri Rapat koordinasi verifikasi internal dan pelantikan 62 Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) Se-Kota Jambi dan sayap kartini Perindo, Sayap Pemuda Perindo, sayap GRIND Perindo, Sayap Rescue Perindo Provinsi Jambi, Kamis (15/12).

Mengingat sudah 33 DPW GRIND Provinsi Se-Indonesia telah dibentuk, ditambahkan tokoh politik Muda, yang notabenenya adalah mantan wakil ketua DPP PAN ini, setelah dilantik kepengurusannya Jambi tidak boleh kalah dari provinsi lain dalam berkarya melalui program-program strategisnya GRIND. “Saya optimis Jambi bisa jalan apa lagi dilihat dari pergerakkan ketuanya energik, cerdas dan pandai bergaul dan saya juga pesan GERIND harus terus berkoordinasi dengan DPW Partai Perindo, GRIND tetap harus menghormati DPW Partai, ” pinta putra daerah asli Ogan Ilir (OI) Sumatera Selatan ini.

Kemudian disinggung soal belum terbentuk nya DPW GRIND Bali, Kuntum menambahkan, memang harus diakui bagi dia Bali sedikit sulit membentuk GRIND, salah satu kendala yang mereka hadapi karena prinsif kasta masih kental. “Banyak yang mau pegang GRIND tapi jalan atau tidaknya itu yang jadi persoalan karena di Bali ini jauh berbeda kalau mau besar kita harus memiliki orang yang memang memiliki pengaruh yang sangat diperhitungkan karena Kastanya tadi, walau demikian tapi saat ini kita sudah ada calon orangnya tinggal menunggu waktunya saja, ” tutup Kuntum.(yop).

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)