Dilanda Banjir, Padi Petani Tanjabtim Fuso

banner 468x60)

MUARASABAK, RJC – Banjir akibat luapan air sungai Batang Hari mulai berdampak terhadap pertanian di Wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) Sedikitnya 40 hektare lebih tanaman padi milik masyarakat mengalami puso atau tidak mendapatkan hasil setelah terendam banjir.

Sejauh ini berdasarkan data di Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Kabupaten Tanjabtim, Tanaman padi yang mengalami puso itu diantaranya di desa Telago limo Kecamatan Berbak sebanyak 44 Hektare, serta di desa Rantau Makmur Kecamatan Rantau Rasau sebanyak 7 hektare.”Sampai dengan saat ini laporan yang kita terima, itu sudah terjadi Puso 44 Hektare di Desa Telago Lima, dan 7 Hektare di desa Rantau Makmur,” kata Sunarno Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tanjabtim , kemarin.

Narno menjelaskan, total nilai kerugian petani akibat Puso ini mencapai ratusan juta. “Kalau nominal kerugian kita kalikan aja Enam Juta perhektare dikali 40 Hektare itu,” jelas Sunarno.

Selain itu dia menambahkan, sebagian lahan pertanian yang terkena Puso itu sudah di Asuransikan, dan para petani bisa mengklaim untuk mendapatkan ganti rugi akibat gagal panen itu senilai Rp 6 juta perhektare.”Ada yang masuk asuransi dan ada yang tidak. Yang tidak sekutar tujuh atau berapa saya lupa datanya,” pungkas Sunarno. (4N5)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)