Dinas Perkim Tanjabbar Ngindahkan Surat Edaran Pemkab, Terkait Penayangan Paket PL

51 views
banner 468x60)

TANJAB BARAT – Dinas Perumahan Dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Tanjabbar, diduga telah mengindahkan surat edaran Pemkab Tanjabbar terhadap penayangan puluhan Paket proyek.terkait dugaan adanya penayangkan kegiatan proyek paket pengadaan langsung (PL) 74 item kegiatan PL di beranda website resmi LPSE Tanjabbar yang statusnya masih berjalan, meski sudah ada edaran pemberhentian dari Pemkab Tanjabbar.

Bahkan yang uniknya, kejanggalan yang paling mencolok soal jadwal penayangan dan waktu pembuatan paket kegiatan tersebut. Dimana diketahui, bahwa 74 paket yang terpampang di halaman depan beranda website LPSE Tanjabbar baru ditayangkan pada sore Senin (13/4).

Selain itu, item-item paket dibuka tanggal pembuatan dan penayangan lelang PL tersebut waktu pembuatan yang diupload bervariasi antara tanggal 30 Maret hingga 15 April 2020.

Terkait hal tersebut,Ketua LPSE Tanjabbar, Reza Pahlevi saat ditemui awak media mengatakan , untuk persoalan penayangan kegiatan non tender tidak memiliki kaitan langsung dengan pihaknya. Karena kegiatan pengadaan langsung dilakukan oleh tenaga teknis dinas yang bersangkutan yang memiliki sertifikat kelayakan, sehingga bisa mengakses aplikasi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

” Kalau non tender itu langsung koneksinya ke LKPP pusat oleh dinas yang bersangkutan. Mereka punya admin dan akses sendiri dan Dilakukan oleh orang yang punya sertifikat kelayakan ,hanya numpang tayang di website LPSE, tetapi tidak ada kaitanya dengan kami,” ucapnya

Sementara itu menanggapi hal tersebut,Plt Kadis Perkim Tanjabbar, Sucipto Hamonangan menuturkan, pihaknya sudah menjalankan proses pengadaan barang dan jasa sesuai aturan hingga upload aplikasi lelang di LPSE Tanjabbar.

Menurutnya, Dinas Perkim tetap akan melanjutkan proses tahapan demi tahapan terkait kegiatan yang sudah ditayangkan di LPSE.

” Proses sudah kita laksanakan. Terkait surat himbauan Pak Seda, kita sudah koordinasi. Tapi nanti kita koordinasi lagi soal teknis dan pelaksananya seperti apa,” ungkapnya

Lanjut dikatakannya,pihaknya juga akan tetap menjalankan tahapan kegiatan pengadaan barang dan jasa dengan pertimbangan untuk menghindari penumpukan pekerjaan sebelum akhir tahun 2020. Serta tetap berpedoman pada tujuan pembangunan daerah sesuai RPJMD.

“Kegiatan yang dilaksana ini bisa memakan waktu tiga bulan. Untuk menghindari penumpukan. Karena kita sebenarnya termasuk yang terlambat, maka dari itu,kita juga harus tetap mengacu pada pembangunan sesuai RPJMD,” tegasnya

Saat Disinggung terkait soal kerancuan jadwal peluncuran kegiatan lelang di LPSE, beliau hanya beralasan masih akan menanyakan kepada petugas pengadaan jasa.

” Kontrak belum bisa kita buatkan. Nunggu nanti petunjuk dari Pak Sekda,” Ucapnya.

Untuk Diketahui,Munculnya beberapa kejanggalan pada penayangan kegiatan PL Dinas Perkim Tanjabbar, juga diduga berkaitan dengan edaran pemberhetian kegiatan PL yang ditegaskan Pemkab Tanjabbar. Dimana sejak tanggal 14 April 2020, setiap Kepala OPD diminta membatalkan semua proses kegiatan pengadaan barang dan jasa untuk aksi cepat penanganan dan penanggulangan Covid-19.(by)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)