DP Oknum PNS RSUD Bangko Diduga Jarang Ngantor

banner 468x60)

Merangin-Salah seorang oknum Pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolonel Abundjani Bangko, yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) diduga sudah tidak pernah masuk kerja sejak beberapa bulan belakangan ini.
Informasi yang berhasil dihimpun dari sumber terpercaya, PNS berinisial DP yang merupakan pegawai di bagian administrasi tersebut, memang sudah tidak terlihat lagi masuk kerja di lingkungan RSUD Kolonel Abundjani, sejak beberapa waktu belakangan ini.
‘’Memang dia sudah cukup lama tidak pernah Masuk, saya tidak tahu apa penyebabnya, yang jelas setahu saya dia sudah tidak pernah masuk kerja lagi sejak beberapa bulan terakhir ini,” ungkap Sumber yang juga merupakan pegawai RSUD Kolonel Abundjani Bangko, seraya meminta namanya tidak dituliskan.
Sementara itu, direktur RSUD Kolonel Abundjani Bangko, Berman Saragih dikonfirmasi membenarkan adanya pegawai RSUD yang berinisial DP ini. Diakui Berman, dirinya juga mendengar adanya informasi terkait pegawainya yang sudah lama tidak masuk kerja tersebut.
‘’Ya memang ada pegawai RSUD yang nama itu,” kata Berman.
Hanya saja Berman mengaku tidak mengetahui pasti saat ditanya sudah Berapa lama pegawai tersebut tak pernah lagi masuk kerja, demikian juga dengan penyebab yang membuat pegawai tersebut tidak lagi masuk kerja sejak beberapa waktu lalu itu.
‘’Saya kurang tahu juga pastinya, sebab sampai hari ini saya belum menerima langsung laporan itu. Untuk sementara saya juga berterima kasih atas info ini, nanti kita akan cek kebenarannya, juga untuk memastikan penyebab yang bersangkutan tidak masuk kerja,” ujar Berman.
Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kabupaten Merangin, Haswar saat dikonfirmasi melalui Kepala Bidang Informasi Kepegawaian (Kabid Inka), Marjohan, mengatakan, sejauh ini pihaknya belum mengetahui persis adanya pegawai RSUD yang disebut sudah sangat jarang ngantor itu.
Meski diakui Marjohan, dari data yang dimiliki pihaknya, dikabarkan ada sejumla PNS yang bertugas di lingkungan Pemkab Merangin, yang sudah jarang masuk kantor, namun demikian katanya, pihaknya belum mengetahui pasti instansi tempat bekerja pegawai bersangkutan.
‘’Nanti kita akan lihat kebenarannya, kalau memang benar itu, tentu ada sanksi sesuai aturan yang Berlaku,” sebut Marjohan.
Terlebih lagi dengan adanya Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil secara Elektronik (e-PUPNS), yang saat ini tengah berjalan prosesnya, merupakan kesempatan baik bagi pihaknya untuk mendata ulang seluruh PNS yang bertugas di lingkungan Pemkab Merangin.
Namun demikian, terkait adanya pegawai yang disebut jarang ngantor itu, dan tengah berjalannya proses e-PUPNS, pihaknya dikatakan Marjohanm berharap agar seluruh PNS di lingkungan Pemkab Merangin benar benar disiplin dan menjunjung tinggi kedisiplinan, sesuai dengan aturan yang tertuang dalam PP 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS.
‘’Sejauh ini, kalau pun memang terbukti ada pegawai yang tidak aktif, maka sanksinya kita masih berpegang padaPP nomor 53 tahun 2010 itu,” terang Marjohan.
Demikian juga dengan PNS yang belum menyelesaikan Proses registrasi e-PUPNS, hingga akhir Desembar ini.
‘’Sanksinya pasti ada, hanya saja untuk kepastian bentuk sanksi itu, kita masih tunggu dari pusat. Sementara ini berkas pendaftaran e-PUPNS di kaupaten Merangin, telah sampai ketangan kita, tinggak menunggu hasil verifikasi dari pemerintah pusat,” sebutnya.(MT)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)