DPM-PTSP Buka Pelayanan Keliling, Untuk Mempermudah Pengurusan Perizinan

banner 468x60)

KUALA TUNGKAL- Sesuai amanat yang telah ditentukan undang-undang dari permendagri yang harus dilaksanakan dengan tujuan untuk mendekatkan pelayanan tentang perizinan kepada masyarakat.kemarin ,Pemkab Tanjabbar, melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan terpadu satu Pintu (DPM-PTSP) Tanjabbar, membuka kegiatan pelayanan perizinan. Hal itu dilakukan guna mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten,  terkait pengurusan perizinan yang saat ini ada 110 perizinan dan 9 non perizinan.

Terkait hal tersebut,Kepala DPM-PTSP Kabupaten Tanjabbar  H. Yan Ery, S.Pt, M.Si mengatakan, dari 110 perizinan 9 non perizinan di DPM-PTSP telah dilakukan inovasi system online.” Kita berharap dengan jemput bola ini, bisa  untuk lebih mempermudah masyarakat mengurus perizinan.” sebutnya.

Diakuinya, inovasi perubahan regulasi dari manual ke online perlu disosialisasi baik kepada masyarakat maupun pelaku usaha terlebih bagi DPM-PTSP selaku pelaksana.“ Sosialisasi ini juga untuk menyusun agenda tindak lanjut hasil dan mengidentifikasi kendala dan permasalahan terkait disharmonisasi yang timbul terkait perizinan,”cetusnya.

Lanjut dikatakannya, apabila ingin mengurus perizinan secara online bisa langsung mengunjung home page DPM-PTSP dengan alamat : dpmptsp.tanjabbarkab.go.id. Ia juga menjamin bahwa sistem pelayanan di Dinas PMPTSP Tanjab Barat transparan dan terbuka untuk publik.“ Maka dengan sistem perizinan online ini kita berharap dapat mengajak kepada masyarakat, pihak pengembang serta pemangku kebijakan untuk ikut berinvestasi dalam meningkatkan dengan memberikan kepastian. Pasti waktunya, pasti persyaratan, pasti hukumnya, dan pasti biayanya,” jelasnya.

” Respon masyarakat terhadap Surat Tanda Daftar Usaha Perkebunan untuk Budidaya (STD-B) ini sangat tinggi, namun sementara dalam pengisian for molir dan prosedur belum banyak masyarakat mengetahuinya.” tambahnya.

Selain itu, sosialisasi yang dilakukan di Kecamatan Renah Mendaluh disampaikan juga terkait STD-B atau (Surat Tanda Daftar Budidaya). Karena memang daerah tersebut berbasis perkebunan. Maka pihaknya juga mensosialisasikan terkait STD-B.“ Sebab STD-B sangat penting bagi petani untuk legalitas usaha perkebunan yang mereka miliki,” ucapnya.

Dirinya pun berharap semoga dengan sosialisi tersebut bermanfaat untuk masyarakat khususnya di Kecamatan Renah Mendaluh.” Rencana pelayanan keliling ini akan di tindaklanjuti ke setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, ” tutupnya.(end)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)