Eks RSJ Terjun Jaya Jadi ” Gedung Hantu” 

banner 468x60)

Sampai Saat Ini Kian Tidak Terawan Dan Terbengkalai

KUALA TUNGKAL – Bangunan eks Rumah Sakit Jantung (RSJ) Terjun Jaya yang berlokasi di Desa Lubuk Terentang, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kini kian tidak terawat dan terbengkalai.

Belum juga difungsikannya bangunan ini mengundang berbagai sorotan dari masyarakat. Warga mempertanyakan kebijakan pemerintah atas penggunaan rumah sakit itu.Padahal anggaran pembangunan rumah sakit tersebut miliaran rupiah.

Pantauan di lokasi, kondisi bangunan  ini makin memprihatinkan. Bangunan terlihat menyeramkan dan kumuh. Mengingat, semak belukar tumbuh bebas di areal itu.“ Situasi di dalam sangat kumuh dan menyeramkan,” ujar warga sekitar.

Karena kondisinya tidak terawat dan dibiarkan terbengkalai, warga pun menyebutnya “gedung hantu”. Apalagi di sana-sini sudah banyak kerusakan, seperti bagian pintu dan jendela yang banyak pecah, lantai keramik sudah hancur. Warga setempat berharap agar kedepannya pemerintah untuk digunakan menjadi bangunan yang bermanfaat bagi masyarakat banyak. ” Sayang, sudah bertahun – tahun tidak difungsikan, hingga sudah jadi gedung hantu. Sangat disayangkan, belasan milyar rupiah uang negara habis sia – sia, tanpa ada manfaat bagi rakyat,” Sesal Joko salah seorang warga Desa Terjun Gajah, Kecamatan Betara.

Berbagai perencanaan pernah dilontarkan untuk alih fungsi bangunan tersebut, seperti akan dijadikan kampus dan gedung BNNK Tanjabbar, namun hingga kini belum terealisasi.

Sebelumnya Bupati Tanjabbarat, Safrial merencanakan akan menjadikan gedung BNNP, atau panti rehabilitasi narkoba.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja Tanjabbar, Noor Setyo Budi, mengatakan pihaknya sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas PUPR serta aset, dan juga telah mengajukan surat nota dinas kepada bupati Tanjabbar.

Perihal surat tersebut untuk meminta izin memakai gedung eks rumah sakit jantung menjadi jadi Balai Latihan Kerja (BLK).

Dia menyebutkan sesuai dengan kebijakan dari RPJMD 2016-2021, adanya rencana kegiatan pembangunan gedung BLK. Oleh karena itu dia mengajukan eks gedung rumah sakit jantung untuk dialihfungsikan.” Kami mengajukan surat nota dinas kepada bapak bupati untuk diizinkan memakai gedung rumah sakit jantung menjadi BLK,” katanya.

Terkait perencanaan penggunaan untuk BNNK, Kadisnaker sebut itu untuk sementara diserahkan kepadanya sebagai Balai Latihan Kerja. Hal itu didasari dengan terbitnya perbup nomor 21 tahun 2018 tentang unit pelayanan teknis daerah (UPTD) untuk BLK.” Ini sudah serah terima dari Dinas Kesehatan dan Dinas PU PR untuk diserahkan untuk Dinas Tenaga Kerja,” ujarnya.

Terkait fungsional dan operasional UPTD tersebut, akan diajukan pada anggaran perubahan tahun 2018. Dia optimis akan segera terselenggara dengan baik, tentunya kerjasama dengan semua pihak seperti banggar. Maka menurutnya, UPTD tersebut akan berjalan tahun ini dilengkapi strukturnya seperti kepala unit UPTD kemudian administrasi dan lainnya.

Dengan adanya BLK ini dia berharap putra-putri Kabupaten Tanjung Jabung Barat terutama tenaga kerja untuk dapat melatih keterampilan ketenagakerjaan. Dengan begitu, kemampuan yang dimiliki dapat digunakan oleh perusahaan yang ada. (End)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)