Enceng gondok jadi penghambat transportasi perahu “Setiap Jumat Pemkot Goro di Danau Sipin”

banner 468x60)

IMG-20151211-WA0007
KOTA JAMBI—Budidaya ikan dan transportasi perahu yang menjadi alat penghubung antara warga yang berdomisili di kawasan seberang Danau Sipin dengan pusat kota akhir-akhir terhambat oleh berkembang biaknya tumbuhan encang gondok. Menyingkapi persoalan warga tersebut Walikota Jambi Sy Fasha mengalakkan Gotong-royong (Goro) setiap Jumat dilokasi danau.
Bahkan gerakan Goro yang mengunakan alat berat di Danau Sipin ini sudah berjalan selama dua kali, Jumat Lalu Fasha turun langsung kelokasi bersama warga setempat membersihkan sampah dan enceng gondok, samahalnya dengan kegiatan sebelumnya.
Dikatakan Fasha, kondisi Danau Sipin saat ini memang sudah penuh dengan enceng gondok atau kiambang, sehingga sudah sewajarnya pemerintah kota mengambil sikap dengan mengalakkan Goro secara rutin setiap Jumat.”Kita akan gotong-royong setiap Jumat hingga danau ini benar-benar bersih,” tuturnya usai bergotongroyong baru-baru ini.
Selain untuk memperlancar tranportasi angkutan perahu ketek, dijelaskan Fasha, gerakan Goro yang mereka lakukan ini juga bagian untuk menyelamatkan budidaya ikan yang selama ini menjadi sumber pendapatan masyarakat sekitar. “Metode gotong royong ini merupakan cara yang sangat ampuh untuk membasmi tumbuhan tersebut dulu kita sudah coba dengan cara membudidayakan ikan sapu jagat tapi ikan itu bukan memakan enceng gondok melainkan jadi predator ikan milik warga, ” ungkap Fasha.
Manfaat lain dari gerakan gotong-royong setiap Jumat yang digalakkan oleh pemerintah Kota Jambi, nantinya menurut Fasha juga dapat dirasakan oleh warga seperti bisamengantisipasi bencana banjir, karena danau sipin ini akan dipersiapkan sebagai Embung. “Apabila sungai Batanghari meluap akan dialiri ke Danau Sipin sehingga bencana tidak meluas ,” terangnya.
Harapan danau Sipin bisa disulap menjadi bersih dari encenggondok juga disuarakan oleh oleh sejumlah warga sekitar misalnya Indra yang saat itu juga turut bergotong-royong, menurut dia selama ini salah satu mata pencarian warga memang bergantung pada danau, selain meraup penghasilan dari sewa perahu, usaha lain juga didapat keuntungan dari ternak ikan keramba. “Enceng gondok memang cukup menganggu transportasi perahu bayangkan saja untuk menyeberang membutuhkan waktu sekitar 2 jam,”keluh Indra. (AFM)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)