Gelar Konferensi Pers Akhir Tahun 2019, Polres Batanghari Beberkan Kinerjanya

banner 468x60)

Muara Bulian – Polisi Resort (Polres) Batanghari, sebelum menyambut pergantian tahun, menggelar konferensi pers akhir tahun 2019, yang bertempat di Aula Mapolres Batanghari, Sekitar Pukul 11.00 WIB, Selasa (24/12)

Konferensi pers ini di buka langsung oleh Kapolres Batanghari AKBP. Dwi Mulyanto SIK,SH, yang di dampingi oleh Kasat Lantas AKP. Nafrizal SH,MH , Kasat Reskrim AKP. Orivan Irnanda SH,MH dan KBO Satres Narkoba ipda. Amran, serta di hadiri rekan-rekan awak media Se-Kabupaten Batanghari

Kapolres Batanghari AKBP. Dwi Mulyanto,SIK, SH dalam konferensi menyampaikan, perbandingan jumlah kriminalitas tahun 2018 dan tahun 2019, untuk jumlah tindak pidana di tahun 2018 ada 679 kasus dan di tahun 2019 hanya ada 573 kasus, untuk trendnya turun 116 kasus, jika di presentasekan turun 16,83%. Dan penyelesaian tindak pidana di tahun 2018 ada 558 kasus dan di tahun 2019 ada 460, untuk trendnya turun 98 kasus jika di presentasekan turun 17,53%.

“Sedangkan untuk data perbandingan tindak pidana narkoba tahun 2018 dan 2019, untuk jumlah tindak lisana di tahun 2018 ada 24 kasus dan di tahun 2019 ada 27 kasus, untuk trendnya naik 5 kasus, jika di presentasekan naik 17,24%. Dan untuk penyelesaian tindak pidananya di tahun 2018 ada 34 kasus dan di tahun 2019 ada 43 kasus, untuk trendnya naik 9 kasus, jika di presentasekan naik 26,34%. Dan ini merupakan hal yang bagus sekali, karena mampu mengalami kenaiakan dalam mengungkap kasus narkoba,”jelasnya.

Selanjutnya, untuk data penertiban pelaksanaan OPS driling di Kabupaten Batanghari, yang di laksanakan pada tanggal 02 Desember 2019 kemarin hingga 15 Desember 2019, itu ada 1.658 sumur yang telah di lakukan penutupan, dan kegiatan ini di lanjutkan lagi hingga tanggal 28 Desember nanti. Dalam kegiatan penutupan sumur ini, dilakukan dengan cara menutup sumur dengan memasukan kayu-kayu, pipa dan slang di sekitar sumur.

“Dan untuk data dari tindak pidana khusus, yang terdiri dari korupsi, ilegal loging, migas/ilegal driling, UU ITE dan implikasi kontijensi, untuk jumlah tindak pidananya pada tahun 2018 ada 14 kasus dengan penyelesaian tindak pidana 7 kasus, untuk trendnya turun 3 kasus, jika di presentasekan sekitar 21,42%. Dan untuk tahun 2019 jumlah tindak pidananya ada 11 dengan penyelesaian tindak pidana 11 kasus, untuk trendnya naik 4 kasus, jika di presentasekan sekitar 57,14%,”ungkap Dwi.

Dwi juga menjelaskan, untuk kasus penanganan terhadap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan jenis kejahatan pemakaran / kebakaran, di tahun 2018 jumlah tindak pidananya ada 1 kasus dengan penyelesain tindak pidana 1 kasus, dan di tahun 2019 ada 9 kasus dengan penyelesaian tindak pidana 9 kasus, jika di trendkan dalam presentase untuk tahun 2018 dan 2019 itu naik 88,88% dengan keterangan P.21 dari JPU.

 

Sementara itu, untuk data kecelakaan (Laka) dan penyelesaian 1 tahun 2018 di bandingkan tahun 2019, untuk kasus Laka di tahun 2018 itu ada 118 dengan penyelesaian Laka 118 dan di tahun 2019 ada 112 kasus Laka dengan penyelesaian Laka 112, jika di trendkan keduanya turun 6 kasus, dengan penyelesaian Laka 100%. Disini untuk korban yang meninggal dunia di tahun 2018 akibat laka ada 62 orang dan di tahun 2019 ada 41 orang, trendnya turun 21, dan untuk korban luka ringan di tahun 2018 ada 85 orang di tahun 2019 ada 92 orang, trendnya naik 7 (6,70%).

Dwi juga menambahkan, untuk korban luka berat akibat Laka, di tahun 2018 ada 65 orang dan di tahun 2019 ada 83 orang, trendnya naik 18 (21,58%). Untuk kerugian materil sendiri di tahun 2018 sekitar Rp.300.950.000 dan di tahun 2019 sekitar Rp.256.100.000 trendnya turun Rp.44.850.000 (14,50%). Dan terakhir untuk data pelanggaran dan penyelesaian semester 1 tahun 2018 di bandingkan 2019, untuk tilang sendiri di tahun 2018 ada 5.259 dan di tahun 2019 ada 2.232, trendnya turun 2.027 (38,54%).

“Serta untuk teguran sendiri, di tahun 2018 ada 1.229 pengendara dan di tahun 2019 ada 698 dan trendnya turun 48,50%. Dendanya sendiri di tahun 2018 itu berkisar Rp 97.291.500 dan di tahun 2019 berkisar Rp.59.792.000, dan trendnya mengalami penurunan Rp.37.499.500 (38,54%), ” ujar Dwi.(RUD)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)