H. Bakri Minta Kelongaran Soal Aturan Penanganan Longsor di Jalan Sungai Penuh-Tapan Dalam Kawasan Hutan Lindung

banner 468x60)

 

H. Bakri saat melakukan kunjungan kerja di Dapil Provinsi Jambi

JAMBI – Ratusan kendaraan kembali terjebak macet akibat longsor di beberapa titik di ruas jalan nasional Sungai Penuh via Tapan, kawasan Puncak, Selasa (13/11) malam.

Kondisi yang menghambat lajunya aktivitas lalu-lintas akibat cuaca buruk ini ditanggapi anggota DPR RI Komisi V, H. Bakri.

Menurut politisi senior PAN ini, longsor sebenarnya tidak lagi terjadi di wilayah ini, karena¬†pemerintah pusat telah menganggarkan dana untuk penanganan daerah rawan longsor, seperti jalan Sungai Penuh-Tapan, bahkan kata dia sudah ada pemetaan terhadap titik-titik rawan longsor di lokasi tersebut. Namun sayangnya, penanganan daerah rawan longsor di jalan itu terkendala karena sebagian daerah tersebut masuk kawasan hutan lindung.”Sebenarnya sudah ada anggaran untuk daerah-daerah rawan bencana, khususnya jalur distribusi BBM dan bahan pokok. Namun untuk penanganannya terkendala dengan kawasan hutan lindung,” terang Bakri, Rabu (14/11).

Memang terkait pemanfaatan hutan lindung sambung Bakri, ada aturan yang memikat, kendati demikian namun dia berharap ada sedikit kelonggaran agar masalah longsor di jalan Sungai Penuh-Tapan yang masih sering terjadi bisa diatasi.¬†“Memang untuk melakukan kegiatan dalam kawasan hutan lindung ada aturannya. Tapi jika melihat kebutuhan dan kepentingannya kita berharap ada kelonggaran bagi pemerintah agar bencana bisa diatasi, ” harap Bakri. (yop)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)