Harga Karet Rp 4.500, Petani Kian Terpuruk

banner 468x60)

IMG-20160623-WA0002

-Laporan Wartawan Rakyatjambi.co, Eko wijaya-

⁠rakyatjambi.co,TANJAB BARAT- Kehidupan petani karet di Desa Terjun Gajah, Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat saat ini kian susah. Menjelang lebaran justru pendapatan mereka semakin merosot tajam, akibat harga karet yang turun drastis hingga Rp4.500- Rp5.000 per kilogram.

Sampai saat ini belum ada solusi nyata dari Pemerintah kabupaten untuk mengangkat pendapatan petani karet yang merupakan mata pencaharian sebagian dari warga Desa Terjun Gajah.

Akibatnya kondisi ini para petani karet skian banyak terbelit pinjaman ke toke dan keluarga untuk mengatasi kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi.“Harga karet RP 4500- 5000 ga bergerak gerak mas sejak 4 tahun lalu, susah mas harga sembako bulan Ramadhan ini semakin melambung, malah mau lebaran lagi,” kata Sadikin petani karet Terjun Gajah.

Lanjutnya Untuk mengatasi kondisi ini, banyak petani karet yang terpaksa bekerja serabutan, sebagai buruh, tukang bangunan, berkebun sayur dan bahkan ada juga ya mengalihkan karetnya ke kelapa sawit.” Tak seimbang lagi pendapatan kami, kalau ngandalkan motong ga bisa mencukupi mas, makanya banyak yang menyambi kerja lain seperti buruh bangunan, namam sayur, ada juga yang menebangi pohon karetnya untuk ditanami sawit,” ujar Sadikin.

Ketua LSM Pakam Kemas Bujang as’ari menilai saatnya kini Pemkab Tanjab barat fokus memberi solusi terhadap permasalahan nyata yang dihadapi petani karet. Pemkab diharapkan turun kelapangan untuk mengecek langsung harga ditingkat petani karna bisa saja harga karet yang anjlok disebabkan oleh permainan toke toke karet yang nakal.” Jika tak mampu mengatasi harga karet yang kian merosot, ya pemkab diharapkan menciptakan peluang usaha,” ungkap pria yang akrab disapa Bujang Dewo itu.

Bujang dewo meminta pemerintah kabupaten harus terjun langsung kelapangan guna mengetahui betapa menjeritnya petani karet saat ini, jangan hanya duduk manis dikantor.” Pemerintah harus terjun ke masyarakat, datangi pasar, tanya pedagang, tanya pembeli bagaimana daya beli masyarakat saat ini. Tinjau warga yang menderas karet di kebun, jangan cuma di kantor saja, agar tahu kondisi pahit yang dirasakan masyarakat saat ini,”tandasnya.

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)