Harga Pinang Anjlok, Petani Menjerit

banner 468x60)

IMG_20160605_114502

rakyatjambi.co, KUALA TUNGKAL Harga komuditi hasil perkebunan Pinang tingkat petani di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Kembali anjlok.

Merosotnya harga pinang menjelang bulan suci ramadhan ini, Membuat para petani kian menjerit. ‎Bahkan sebagian besar petani pinang  memilih beralih profesi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

 

Tak stabilnya harga pinang di‎ pasar internasional, Dan adanya dugaan  permainan harga ditingkat pengusaha, menjadi faktor utama turunnya harga jual pinang ditingkat petani.

Dalam dua pekan terakhir, harga pinang ditingkat petani turun  Rp 2000 hingga 5000 perkilo. Sedangkan harga normal sebelum mengalami penurunan Rp 17000 perkilo dengan kualitas 95 persen. 

Dengan terus mengalami penurunan harga, Ditingkat pengepul,menjadi pukulan berat petani pinang diwilayah Tanjung Jabung Barat. Yang pada saat bersamaan akan menghadapi bulan suci ramadhan dan hari raya idul fitri.

Ahmad, Salah seorang petani pinang menuturkan, dengan tidak stabilnya harga pinang di tingkat pengusaha di Tanjabbar membuat ia merugi. ” Sudah hampir dua pekan harga pinang ditingkat petani turun dari Rp 2000 hingga 5000 perkilo, Kemungkinan besok akan turun lagi. Sekarang kami terpaksa menyetok pinang menunggu harga penjualan kembali normal, Dengan tujuan agar tak merugi.” Ungkapnya.

Dikatakannya, Untuk harga beli saat ini dari petani, Jenis pinang yang baru dikupas Rp 9000 perkilo dengan kualitas Basah Total(BST), Sementara kualitas kering atau pinang stok dengan kadar air  Rp 13000 perkilo.

Menurutnya, Tidak stabilnya harga pinang di Tanjabbar diduga adanya permainan ditingkat perusahaan, Kalau dari penjelasan perusahaan pengaruh itu jika di negara india sedang panen pinang, Sehingga pinang di indonesia kurang diminati.” Mungkin ini Ada permainan pihak perusahaan besar, Tapi katanya di india sedang panen besar, Makanya harga pinang turun,” Sebutnya.

Sebagai petani pinang, Ahmad mengaku kondisi harga pinang seperti saat ini bakal merugikan petani. ” Bagaimana tidak bang, Kita juga mengeluarkan dana, Untuk biaya pengupasan yang 2000 perkilonya, sementara buruh tak peduli harga anjlok dipasaran.” Paparnya.

selaku petani Ahmad sangat mengharap agar harga pinang kembali normal, Sebab dari hasil pinang lah ia memenuhi biaya hidup sehari-hari keluarganya.” Apo lagi masuk puasa, Harapan kita mudah-mudahan cepat stabil lagi Harga pinangnya.” Tandasnya.(eko)

 

 

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)