Hewan Satwa Dilindungi Masih Ditangan SAD, Pemkab Bujuk SAD Untuk Kembalikan Tapir ke BKSDA

banner 468x60)

Merangin – Masih ingat dengan seekor hewan Tapir yang jadi tontonan oleh warga Kota Bangko, saat dibawa pasangan suami istri (Pasutri) asal Suku Anak Dalam (SAD) bernama Egok, beberapa hari lalu. Ternyata saat ini hewan Satwa yang dilindungi tersebut belum juga diserahkan kepada pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah I Bangko.

Hal tersebut disampaikan Sekda Merangin Sibawaihi, saat dikonfirmasi sejumlah awak media Sabtu (7/4) malam, membenarkan bahwa seekor hewan Tapir yang ditemui SAD belum bisa diserahkan ke BKSDA.”Ada pihak BKSDA datang ke saya, meminta agar Pemkab Merangin, untuk menjembatani BKSDA bertemu dengan para SAD yang merawat seekor Tapir tersebut,” ungkapnya.

Untuk membantu BKSDA ini, pihak pemerintah melalui UPTD SAD bersama BKSDA, hari ini Minggu (8/4) datang ketempat tinggal warga SAD untuk membujuk warga SAD menyerahkan hewan yang dilindunggi itu kepada BKSDA.”Pihak kita (Pemerintah,red) akan berusaha membujuk SAD untuk menyerahkan Tapir ini ke pihak BKSDA, Karena memang hewan tersebut tidak bisa diperjual belikan,” jelasnya.

“Ada tiga solusi kita tawarkan dengan pihak SAD ini, pertama memberikan kompensasi agar hewan Tapir ini diserahkan ke BKSDA, selanjutnya bisa dipelihara SAD dibawah peagawasan. Dan yang ketiga mereka memang harus melapaskannya, dan tidak boleh dijual, karena ada sanksi kalau dijual,” terangnya.

Ditanya kenapa pihak Pemerintah dan BKSDA di mengambil hewan Satwa tersebut secara paksa ditangab SAD bernama Egok yang tinggal di jalur tiga Kodim ini?.

” Kita masih melakukan upaya persuasif terlebih dahulu, sebab pembawa hewan yang dilindungi itu adalah warga SAD. Tapi yang jelas tidak ada yang kebal hukum di Indenesia ini, pasti ada sanksinya,” pungkasnya.

Sementara itu pihak BKSDA Wilayah I Merangin Fitra, saat dikonfirmasi melalui via Handphone, nomor yang dituju sedang aktif, namu tidak diangkat. Bahkan saat di konfirmasi melalui Via SMS juga tidak dibalas.

Untuk diketahui beberapa hari yang lalu, di Kabupaten Merangin heboh ada SAD membawa Tapir ke Kota Bangko. Tapir yang akan dijual warga SAD tersebut, bahkan menjadi tontona warga.

Saat itu pihak BKSDA langsung turun ke lokasi melihat hal itu. Namun saat itu pihak BKSDA masih masih melakukan negosiasi dengan pembawa Tapir tersebut.(anto)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)