Infrastruktur Jambi Akan Terus Di Benahi

banner 468x60)

suarajambi_com_62_zola

rakyatjambi.co, JAMBI – Gubernur Jambi, H.Zumi Zola, S.TP, MA mengemukakan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi harus terus membenahi infrastruktur untuk meningkatkan perekonomian Provinsi Jambi, tentunya tanpa mengabaikan sektor-sektor lainnya. Hal tersebut disampaikan oleh Zumi Zola kepada wartawan yang mewawancarainya usai Penutupan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2016, bertempat di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/5) siang.

Zola mengatakan bahwa Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyampaikan, membangun harus fokus, selama ini, banyak daerah membagi-bagi, tidak terfokus “Itu (pernyataan presiden) tersebut sangat tepat,” ujar Zola.

“Kita berharap kepada Pemprov Jambi, terutama kepada Bappeda yang menyusun program-program ini, harus melakukan evaluasi, Jambi harus punya fokus. Saya sudah sampaikan, salah satu fokus Jambi adalah pembangunan infrastruktur, harus ditingkatkan dananya dari sebelumnya, karena masyarakat Provinsi Jambi paling sering mengeluhkan masalah jalan, jembatan, artinya hal itu sangat dibutuhkan masyarakat,” ungkap Zola.

Zola menjelaskan, terlebih lagi, Provinsi Jambi butuh pelabuhan yang lebih representatif dari pelabuhan Talang Duku yang ada sekarang ini, untukmeningkatkan perekonomian, yang dalam pembangunannya, Pemerintah Provinsi Jambi berusaha minta bantuan dana dari Pemerintah Pusat. “Kita akan minta bantuan dari Pemerintah Pusat, tetapi kita pun harus siap dengan DED yang kita miliki,” terang Zola.

Terkait pembangunan Pelabuhan Samudera Ujung Jabung dan Kawasan Ekonomi Ujung Jabung, Zola menyatakan bahwa pembangunan pelabuhan samudera tersebut terus diperjuangkan, namun pembangunannya butuh waktu yang relatif lama dengan dana yang besar.

“Ujung Jabung itu 4.200 hektar, dari luasannya bisa diartikan akan butuh dana yang sangat besar dan waktu yang sangat lama. Artinya jangan sampai nanti kita terfokus pada Ujung Jabung sedangkan ini sudah waktunya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), dimana semua provinsi-provinsi berlomba-lomba, bersaing, sementara kita masih sibuk memikirkan bagaimana Ujung Jabung, provinsi lain sudah berlari. Jadi, yang dibutuhkan Jambi sekarang, ada pelabuhan di Muara Sabak, punya Pelindo, 200 hektar sudah siap, tidak perlu pembebasan lahan lagi, tinggal pembagian Pemerintah Provinsi dengan Pelindo untuk pembangunannya,” urai Zola.

“Lokasinya (Pelabuhan Muara Sabak) lebih strategis daripada Talang Duku. Pelabuhan Talang Duku tetap akan digunakan, tetapi Pelabuhan Muara Sabak ini lebih cepat bisa digunakan daripada Ujung Jabung, tetapi Ujung Jabung juga tetap dan Ujung Jabung sudah masuk dalam rencana nasional, tetapi dalam jangka waktu yang lebih panjang dan biaya yang mesti dicari,” terang Zola.

Zola mengemukakan bahwa pembangunan pelabuhan sangat penting untuk mengangkut komoditi Provinsi Jambi keluar Jambi. Zola mencontohkan, Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh memiliki komoditi kayu manis yang bahkan sudah diekspor sampai ke Eropa, tetapi harus dikirim melalui pelabuhan provinsi tetangga karena Provinsi Jambi belum memiliki pelabuhan yang representatif dan diklaim jadi komoditi provinsi tetangga. “Artinya harus terus didorong untuk mempercepat pembangunan infrastruktur,” tegas Zola.

Zola mengatakan, setidaknya minimal Jambi 3 tahun kedepan, Provinsi Jambi akan fokus pada pembangunan infrastruktur, karena memang itu yang dibutuhkan oleh Provinsi Jambi.

Selain itu, Zola menyampaikan, dalam penutupan Musrenbangnas tersebut, ada penegasan lagi dari presiden bahwa penggunaan anggaran itu harus lebih efektif dan fokus.

“Ada satu yang ditegaskan oleh Pak Presiden, begitu banyak dana se Indonesia ini dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Pemerintah Kota di bank yang tidak digunakan, mungkin Pemda berharap PAD dari situ, kalau menurut saya tidak serta merta harus seperti itu, karena untuk pelayanan kepada masyarakat, dana ini harus digunakan untuk belanja modal, saya setuju dengan apa yang dikatakan oleh Pak Presiden,” ujar Zola.

“Memang bank daerah harus kita perkuat modalnya, tetapi jangan sampai banyak dana yang menumpuk dan tidak digunakan untuk pembangunan. Presiden memantau langsung, memonitor daerah-daerah mana saja yang punya simpanan dana besar, artinya dana itu mati, tidak digunakan dan sampai bertahun-tahun, sangat sayang sekali. Saya juga menghimbau kepada Pemkab/Pemkot se Provinsi Jambi, coba dievaluasi lagi, apakah penyimpanan dana dari APBD ini, yang ada di bank pembangunan daerah, memang sesuai yang dibutuhkan atau tidak. Kalau menumpuk dan tidak sesuai, dan itu berimbas pada minimnya pelayanan kepada masyarakat, cepat dievaluasi dan cepat dibelanjakan untuk belanja modal,” ungkap Zola.

Terkait arahan dari presiden agar dalam melaksanakan pembangunan, daerah harus punya super fokus (specific focus) yang menjadi brand pembeda suatu daerah, yang nantinya berdampak positif terhadap perekonomian daerah, Zola menyatakan bahwa pada dasarnya hal itu bagus, tetapi pondasi infrastruktur Provinsi Jambi harus dibenahi terlebih dahulu.

“Kita harus pikirkan Jambi akan seperti apa, tetapi sebelum kesana, ibaratnya anak tangga, harus dipikirkan dulu, pondasinya atau infrastrukturnya sudah siap belum. Kita bicarakan dulu kesiapan jalan, sekarang kita juga sedang berjuang untuk mendapatkan jalan-jalan nasional dan harus bersaing dengan provinsi lainnya yang minta, seperti Sumatera Selatan yang minta juga. Setelah pondasi infrastrukturnya sudah selesai dibenahi, nanti kita akan kerucutkan, Jambi mau seperti apa,” tutur Zola

Zola menambahkan, dasi sisi kebudayaan misalnya, dirinya sudah meminta SKPD terkait untuk terus mengembangkan tekuluk, supaya tekuluk menjadi salah satu ikon Provinsi Jambi.

Sebelumnya, sebelum menutup Musrenbangnas tersebut, dalam arahannya, Presiden RI, Jokowi menekankan 3 hal, yaitu: Pertama, Anggaran harus dialokasikan pada sektor yang sangat produktif, bukan pada pembelian mobil dinas mewah, meubeler dan furniture mewah, pembangunan gedung, dan perjalanan dinas.

Kedua, Perubahan mindset dalam penganggaran dari money follows function menjadi money follows programme dan harus ada fokus pembangunan tiap tahun anggaran, agar hasil pembangunan lebih jelas dan lebih baik serta lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Ketiga, Dalam melaksanakan program pembangunan, penting bagi daerah untuk melakukan diferensiasi, artinya ada fokus yang lebih diprioritaskan lagi, super fokus/specific focus, yang menjadi brand satu daerah, yang selanjutnya bisa meningkatkan perekonomian daerah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Sofyan Djalil, dalam sambutannya menyatakan, dalam Musrenbangnas Tahun 2016 untuk rencana pembangunan nasional tahun 2017, salah satu penekanannya adalah mengefektifkan belanja dengan prioritas pengembangan kawasan industri dan kawasan wisata.

Sofyan Djalil juga menyatakan pentingnya deregulasi dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Wakil Presiden Republik Indonesia, H.M. Jusuf Kalla; para Menteri Kabinet Kerja; Jaksa Agung; Panglima TNI; Kapolri; Kepala Kantor Staf Presiden; Kepala Lembaga Pemerintahan Non Kementerian (LPNK); Gubernur Bank Indonesia; para gubernur seluruh Indonesia; Para Sekjen, Sesmen, dan Sestama Kementerian/Lembaga, turut hadir dalam penutupan Musrenbangnas tersebut.(adv)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)