IRRC-WTE Kota Jambi Hasilkan Energi Gas dan Listrik dari Sampah

banner 468x60)

Jambi – Determinasi kepemimpinan Wali Kota Jambi DR. H. Syarif Fasha, ME dalam membangun manajemen persampahan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, berbuah manis.

Pilot project Integrated Resource Recovery Center (IRRC) Waste to Energy (WTE) yang telah dilaksanakan groundbreaking-nya pada September tahun lalu, diresmikan oleh Wali Kota Jambi Syarif Fasha.

Turut hadir pada peresmian tersebut Secretary General UCLG ASPAC Dr. Bernadia Irawati Tjandradewi, perwakilan UNESCAP Curt Gariggan, Project Coordinator UNESCAP Mr. Rahul Teku Vaswani, Direktur Waste Concern (Bangladesh) Magsood Sinha, Sekretaris Ditjen PSLB3 KLHK Drs. Ade Palguna, Direktur Pengelolaan  Sampah KLHK  Ir. Sudirman, Deputi Gubernur Prov DKI Dr. Oswar Mungkasa, Wali Kota Probolinggo, Wakil Walikota Surakarta, dan perwakilan dari berbagai kota/kabupaten se-Indonesia.

Peresmian Pilot Project IRRC-WTE yang berlokasi di Pasar Induk Talang Banjar yang baru tersebut, ditandai secara simbolis dengan membuka bersama keran pipa digister biogas oleh Wali Kota Syarif Fasha dan perwakilan lembaga donor, Kementerian LHK serta sejumlah perwakilan pemerintah daerah.

IRRC-WTE yang merupakan project hibah dari UNESCAP (United Nations Environmet and Commision for Asia and the Pacific) yang bermitra dengan UCLG-ASPAC (United Cities And Local Governments Asia Pasific) tersebut dilaksanakan di 2 lokasi, yaitu di Kota Jambi dan Kabupaten Malang, yang sekaligus sebagai daerah terpilih menjadi percontohan project tersebut.

Wali Kota Jambi H. Syarif Fasha dalam sambutannya menjelaskan bahwa, komitmen pengolahan sampah berwawasan lingkungan merupakan prioritasnya dalam membangun Kota Jambi.”Project IRRC-WTE sangat bermanfaat dalam mengatasi masalah persampahan di Kota Jambi. Selain mengurangi beban biaya operasional persampahan karena akan menghemat anggaran Pemerintah Kota Jambi dalam bidang transportasi dan memproses sampah di pembuangan akhir, karena sampah dapat dikelola dekat dengan sumbernya, yang tak kalah pentingnya adalah IRRC akan memulihkan nilai ekonomis sampah, mencegah polusi ekonomi, dan mendukung komunitas lokal, dan juga menghasilkan biogas yang bersih dan terbarukan. Teknologi ini berhasil menghasilkan energi listrik dan gas yang bisa dimanfaatkan untuk masyarakat dan pasar ini. Kami juga akan bangun di beberapa sumber sampah di Kota Jambi. Semoga mampu berkontribusi dalam mengatasi kelangkaan gas yang terjadi secara nasional, dari sampah ini,” jelas Fasha.

Fasha juga mengungkapkan bahwa Kota Jambi siap menjadi percontohan nasional dan di replikasi oleh daerah lain, bahkan didunia internasional.

Laporan Wartawan Kota Jambi (Syah).

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)