Kasus DBD di Batanghari Melonjak

banner 468x60)

Muara Bulian- Hari ini Senin (28/01/19) Dinas Kesehatan Batanghari (Dinkes) mendata adanya peningkatan kasus wabah Penyakit Demam Berdarah (DBD).

Dari pendataan yang di himpun oleh Dinkes Batanghari peningkatan itu terlihat dari Tahun 2017 lalu dengan jumlah 67 kasus DBD dan meningkat drastis di Tahun 2018 dengan 159 kasus DBD, sedangkan di awal tahun 2019 hingga sekarang Dinkes mendata sudah terdapat 22 laporan kasus DBD”, Ujar Dr. Elfie selaku Kepala Dinas Kesehatan Batanghari.

Saat berbincang-bincang ke awak Media, Dr. Elfie mengatakan kasus wabah DBD ini meningkat pada saat terjadinya musim hujan pada saat bulan Oktober 2018 lalu hingga Desember 2018 lalu kami mendapat laporan kasus DBD sebanyak 35 kasus.

Kami dari Dinkes Batanghari akan menunjuk tim untuk bergerak kerumah-rumah warga untuk mengajarkan kepada warga agar mereka mengenal jenis jentik yang berbahaya dan kami juga akan menunjuk salah satu perwakilan dari anggota keluarga dalam tiap rumah untuk menjadi juru pantau jentik (jumantik), karena dengan adanya jumantik ini diharapkan mampu menekan penyebaran penyakit DBD dengan memberantas sarang nyamuk DBD.

Untuk para jumantik yang ditunjuk, mereka akan diberikan pengetahuan tentang cara memberantas nyamuk dan pengetahuan tentang mengenali ciri-ciri tempat berkembang biaknya jentik nyamuk yang bakal menyebabkan DBD, salah satunya harus mewaspadai adanya genangan air yang tak tersentuh langsung oleh tanah.

Dari program jumantik ini sudah beberapa tempat yang melaksanakannya diantaranya kelurahan Muara Bulian, Kelurahan Rengas condong, Desa Petajen, Desa Batin, Desa Mekar Sari Nes, Bajubang, Panerokan dan Durian Luncuk. (RUD)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)