keberadaan Aset Senilai 31,37 M Milik Pemkab Tanjab Barat Tidak Jelas

banner 468x60)

IMG_20160604_083912

rakyatjambi.co,KUALA TUNGKAL- Hasil audit BPK- RI tahun 2015 di Kabupaten Tanjung Jabung Barat secara keseluruhan ditemukan aset senilai Rp.31,37 Milliar yang kini belum jelas keberadannya.

Temuan terhadap aset tersebutlah yang membuat Kabupaten Tanjab Barat gagal meraih WTP dan hanya memperoleh peridikat Disclaimer atau Tanpa Memberikan Pendapat (TMP) dari BPK. ” 31,37 M Asetnya tidak diketahui,karna Kurangnya bukti bukti, Dan data pendukung.” Ujar Kepala Inspektorat Tanjab Barat Johanes Chaniago.

Johanes menuturkan, Dari dinas yang ada temuan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) merupakan SKPD Rengking 1 yang direkomendasian BPK paling  Banyak temuan.  ” Salah satunya pada proyek WFC, ada Kekurangan pengenaan denda keterlambatan sebesar RP. 2,8 Milliar dan kekeruangan pekerjaan sebesar RP 2,99 Milliar atas dua paket pekerjaan pembangunan Anjungan Marina Pengabuan Permai Segmen II dan Segmen III. Pada Bidang Bina Marga Dinas PU,” Bebernya.

Johanes menjelaskan,Selain dinas PU, dinas perikanan, Perhubungan, dispenda dan dinas Pendidikan yang melalui dana Bosnya juga banyak temuan oleh BPK.“Skpd tolong ikuti aturan,” Jelasnya.

Menanggapi Aset Tanjab Barat Senilai puluhan Milliar yang belum jelas keberadaannya tersebut Bupati Safrial mengatakan, dirinya telah mengirimkan surat ke BPKP pusat untuk meminta bantuan tenaga, salah satunya untuk menangani aset di Tanjab Barat.” Saya sudah mengirim surat ke BPKP pusat untuk minta bantuan tenaga, salah satunya untuk menangani aset Tanjab Barat.” Kata Safrial.

Saat ditanya kenapa aset yang sudah tidak ada tidak dilepas, Safrial menyatakan.“Kalau aset itu sudah tidak ada lagi kenapa tidak dihapuskan, dan sekarang ada gak kemauan mereka, kalau saya sudah mengirimkan surat kecamat untuk mendata aset pemkab yang ada dikecamatan, tetapi hasilnya inilah yang kita lihat sekarang,” Sebutnya.

Selama ini ditanjung jabung barat banyak Temuan BPK terhadap aset, Safrialpun mengaku bahwa sejak pertama kali ia masuk berdinas sebagai Bupati telah memerintahkan Stafnya untuk menghapus aset yang tidak ada lagi.” Saya Begitu masuk (jadi bupati), saya minta hapuskan aset yang tidak ada lagi, kadang kadang sasisnyapun tidak ada lagi mobil itu ya, tapi tercatat didalam aset, Pungkasnya”(eko)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)