Kejari Bakal Tetapkan Tersangka Dana Gratifikasi SAD  Rp 1 Milyar

722 views
banner 468x60)

images(1)

Batanghari – Pemeriksaan saksi kasus gratifikasi dana saving penyelesaian konflik antara Suku anak dalam(SAD) dengan PT Asiatic Persada terus berlanjut. Bahkan pemeriksaan saksi oleh pihak Kejaksaan Negri (Kejari) Muarabulian mulai mengarah kepenetapan tersangka. Dalam minggu ini pihak Kejari akan memanggil pihak Bank dimana uang Rp 1 milyar dana saving SAD itu ditransfer.

“ Untuk mendalami kasus ini, banyak pihak terkait yang harus kita periksa. Dalam minggu ini kami berencana akan memanggil pihak Bank untuk menjelaskan aliran dana gratifikasi yang di transfer ke Bank tersebut,” kata Kejari Muarabulian, Polin O Sitanggan SH melalui Kasi Pidsus Kejari Muarabulian, IKG Dame Negara, Selasa.

Namun sayangnya saat itu Kasi Pidsus masih enggan membeberkan nama Bank mana yang akan dipanggil sebagai saksi kasus dana gratifikasi tersebut.

“ Untuk itu masih kami rahasiakan, sebab pemeriksaan terhadap mereka hanya sebagai saksi untuk memberikan keterangan dana gratifikasi tersebut. Kita juga nggak enak bilangnya sekarang, nanti saja,” ungkap Kasi Pidsus.

Kasi Pidsus juga mengatakan, pemanggilan pihak Bank sebagai saksi itu tidak lain untuk mempertanyakan kenapa dana Rp 1 milyar itu ditransfer ke Bank oleh yang bersangkutan (Oknum-red) dan pengambilannya juga disitu.

“ Seharusnya uang itu ditransfer ke Koperasi yang bersangkutan. Jadi kenapa sampai ke situ,” ujar Kasi Pidsus dengan nada Tanya kemarin.

Diakuinya, dari uang sebesar Rp 13 milyar itu, sebesar Rp 11 milyar masuk ke Koperasi Berkah Bersatu dan Tuah Bersatu dan Rp 1,11 milyar lagi masuk ke Bank yang akan dimintai keterangan nanti.

Sejauh ini, lanjutnya, pihak Kejari sudah memanggil 9 saksi, mulai dari pejabat Pemkab Batanghari, Lembaga Adat Batanghari, ketua Koperasi dan pihak perusahaan.

“ Pemanggilan saksi mengarah mencari tersangka dan barang bukti. Kejari secepatnya tetapkan tersangka. Minimal ada 2 alat bukti untuk menetapkan tersangka,” tegas Kasi Pidsus, kemarin.

Sebelumnya pihak Kejari sendiri mengaku sudah mengantongi nama pemegang rekening dana saving Rp 1, 11 miliar yang ditransfer pihak PT Asiatic Persada ke Bank ??. Sayangnya, pihak Kejari masih merahasiakan informasi tersebut.(sup)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)