Kerawanan Karhutla Tahun Ini Tertinggi

banner 468x60)

Kapolri : Memang Tidak Separah Tahun 2015 dan Tidak Sebaik Pada Tahun 2016

Jambi – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian beserta rombongan yang didampingi Gubernur Jambi Zumi Zola dan Kapolda Jambi Brigjen Pol Priyo Widyanto tiba di Mapolda Jambi sekitar pukul 09.00 wib, kedatangan Kapolri tersebut dalam rangka kunjungan kerja dan melihat kesiap siagaan jajaran Polda dalam menangani Kebakaran Hutan dan Lahan di wilayah Provinsi Jambi, Sabtu (5/8/2017).

Hasil pantauan dilapangan tampak Kapolri disambut dengan baik oleh jajaran Pejabat Polda Jambi, dan langsung mengecek persiapan kesiap siagaan dilapangan.

Adapun pengecekan tersebut yakni berbagai aplikasi IT untuk pelayanan masyarakat yang berbasis android, dan alat maupun kendaraan serta barisan personel aparat gabungan yang siap siaga.

Dalam penyampaiannya Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan kepada awak media Provinsi Jambi merupakan Provinsi yang relatif aman.” Jambi termasuk kerawanannya rendah dan dari aman tersebut menumbuhkan modal yang terpenting supaya Program Pemerintah bisa berjalan dengan baik, Investor bisa masuk, dan Sumber Daya Alam bisa dikelola,” sebut Kapolri.

Lanjutnya terkait dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dirinya menyampaikan pada hasil rapat pada tahun 2015 merupakan tahun dimana adanya gejala Elnino, gejala elnino dimana curah hujan diwilayah Indonesia relatif rendah, uap air berkumpul di daerah pasifik dan terjadi musim kering yang panjang,” kita kekurangan uap air sehingga terjadi kekeringan, dan dampaknya mulai Pantai Timur hampir semua kena dari Sumatera Utara, Aceh, Riau, dan Jambi yang merupakan terdampak terburuk,” ujar Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Dikatakannya lagi oleh Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian pada tahun 2016 terjadi gejala Lalina, dimana uap air berkumpul diatas Indonesia, sehingga kemarau tahun 2016 lalu kemarau banyak hujannya,” begitu ada titik – titik api, api mati dengan sendirinya,” paparnya.

Sementara itu tahun 2017 diprakirakan BMKG mulai dari bulan Juli hingga Oktober akan terjadi kepanasan,” memang tidak separah pada tahun 2015 tapi tidak sebaik pada tahun 2016, tahun ini kerawanan tertinggi tingkat kepanasannya. Oleh karena itu Pemerintah sudah mengantisipasi ditingkat Pusat untuk melakukan upaya bersama mulai dari Polri, TNI, Pemerintah Daerah, Kementerian Kehutanan, pihak Swasta harus bekerja bersama – sama, dan kunci terpentingnya adalah pencegahan,” ungkap Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Sementara itu Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Rikwanto menjelaskan Karhutla merupakan masalah Nasional, dan hal yang terpenting dari permasalahan kebakaran hutan dan lahan yakni pencegahan, ” yang paling penting adalah pencegahan yang melibatkan masyarakat,” sebutnya

Lanjut Rikwanto menghimbau kepada seluruh masyarakat, agar membuka lahannya jangan cara dibakar karena efeknya akan ketempat lain sehingga memadamkannya sulit.” Karhutla ini yang terjadi bukan di Jambi saja dan memang kebanyakan terjadi di Sumatera, oleh karena itu, kita akan memfokuskan mana – mana saja yang memang perlu penanganannya disegera,” ungkap Rikwanto.

Laporan Wartawan Provinsi Jambi (Syah)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)