Listrik jadi alasan warga Golput Di Pilgub

banner 468x60)

merangin-Sejumlah warga Desa Sungai Pinang, Kecamatan Sungai Manau, acam tidak akan menentukan pilihannya pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Provinsi Jambi, Desember mendatang.
Camat Sungai Manau, Ahmad Azhar, saat melaporkan kondisi pemilih dalam acara rapat koordinasi dan sosialisasi pelaksanaan Pemilukada, kepada Bupati Merangin, Al Haris, di ruang Pola I kantor Bupati Merangin, Senin (26/10) kemarin.
‘’Ada riak di Sungai Pinang, sebagian kecil masyarakat ada yang mau Golput, isunya masalah listrik,” ungkap Camat.
Ditegas Azhar, itu hanya sebagian kecil masyarakat Desa Sungai Pinang yang mengancam tidak akan menggunakan hak pilihnya. Namun, terkait hal itu dirinya telah berkoordinasi dengan Kepala Desa Sungai Pinang.
‘’Saya selalu koordinasi dengan Kades dan itu aman dan terkendali. Karena ada dana Rp 2,5 M untuk membangun listik ke desa tersebut. Secara keseluruhan untuk kecamatan Sungai Manau aman dan terkendali,” tegasnya.
Bupati Merangin, Al Haris, menangapi hal ini mengatakan Camat harus mencegah Golput. Dikatakan Bupati, apapun alasannya camat harus ajak masyarakat menentukan pilihannya.
‘’Upayakan masyarakat memilih. Sosialisasikan supaya mereka tetap menentukan pilihannya. Jangan biarkan masyarakat Golput,” kata Bupati.
Bupati menyarankan agar camat tangap terhadap isu yang berkembang ditengah masyarakat dan mengatasi sebab-sebab yang dapat memicu masyarakat tidak memilih.
‘’Harus tangap isu yang bisa menyebabkan golput ditengah masyarakat. Yakinkan masyarakat untuk memilih,” ujar Bupati.
‘’Bahkan nanti saat pemilihan, camat harus upayakan masyarakat memilih semua. Jika ada yang sakit, tetap upayakan mereka memilih. Apakah dijemput atau cari solusi lainnya,” tambah Bupati.
Kondisi keterpurukan ekonomi seperti anjloknya harga karet dan sawit, disebut Bupati, membuat masyarakat tidak terlalu peduli dengan Pilkada.
‘’Itulah yang menjadi tugas camat dan Kades untuk menyakinkan masyarakat agar tetap memilih. Selain itu camat juga harus tanggap terhadap isu yang dapat mengakibatkan kerusuhan antar desa,” terangnya.
Selain itu, Bupati juga menyarankan, agar tidak memunculkan isu Pilkades ditengah masyarakat. Sebab hal itu, juga dapat memicu tidak kondusifnya pelaksanaan Pilkada.
‘’Jangan isukan masalah Pilkades dulu, tetap konsentrasi dengan Pilgub. Karena itu dapat memicu perselisihan juga,” tuturnya.
‘’Saya juga meminta netralitas PNS dan aparatur lainnya, termasuk pejabat desa jangan terlibat menjadi tim suksen. Camat tolong ingatkan hal itu,” tuntasnya.(MT)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)