Lubuk Larangan Merangin Diangkat ke Tingkat Nasional

banner 468x60)

bupati-merangin-h-al-haris-menebar-benih-ikan-di-lubuk-larangan-koto-ramaiMERANGIN – Keberadaan ratusan lubuk larangan yang tersebar di 24 kecamatan dalam Kabupaten Merangin, diangkat Bupati Merangin Al Haris ke tingkat Nasional. Bahkan lubuk larangan Merangin tersebut, saat ini sudah terdaftar di tingkat kementerian.

Lubuk larangan yang menjaga habitat ikan sungai secara adat itu jelas Bupati, merupakan tradisi budaya masyarakat Merangin yang harus terus dipertahankan kebaradaanya.‘’Saya akan terus memperbanyak jumlah lubuk larangan ini di setiap aliran sungai di Kabupaten Merangin, sehingga setiap Desa harus punya lubuk larangan,’’ujar Bupati saat meresmikan Lubuk Larangan Koto Rami Kecamatan Lembah Masurai Selasa (10/1).

‎Melalui pengelolaan lubuk larangan secara adat tersebut juga mengajarkan kepada generasi muda bagaimana menjaga habitat sungai dengan baik. Semua peraturan terkait Lubuk Larangan itu diatur dalam peraturan desa (Perdes).

Perdes itu tentunya dipatuhi seluruh masyarakat dan akan mendapatkan saksi adat bila dilanggar. Sanksi itu, denda beras 20 gantang,  kambing satu ekor, sekaligus selenak semanisnya serta uang tunai Rp 50 juta. Bahkan selain menjaga habitat ikan, lubuk larangan juga akan menjaga kebersihan sungai.‘’Ada beberapa sungai di Merangin yang tercemar akibat Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), dengan adanya lubuk larangan ini, tentu sungai terjaga dari pencemaran,’’terang Bupati.

Oleh hal tersebut Bupati minta Dinas Perikanan Merangin memberi register guna menganalisis ikan apa ya cocok di lubuk larangan tersebut.” Sedangkan hasil penjualan ikan dari pembukaan lubuk larangan itu nanti, bisa digunakan untuk membangun desa, seperti membangun masjid dan sarana umum lainnya, atas peretujuan pemuka adat desa,” pungkasnya.(anto)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)