Management PT. ABP Klaim Berada di Kerambah Warga Bukan Limbah, Melainkan Sisa Karet yang Mencair Karena Terbakar

banner 468x60)

Muara Bulian – Terkait keluhan warga Desa Kubu Kandang, yang merupakan pemilik kerambah yang terkena dugaan cairan hitam yang berasal dari limbah getah karet yang hangus terbakar pasca terjadinya kebakaran PT Aneka Bumi Pratama pada Minggu (17/11).

Humas PT.ABP Hendra Wardana di konfirmasi saat berada di perusahaan mengatakan, ini merupakan musibah bagi kami, dan jikalau ada karet yang keluar dan tercemar menjadi masalah limbah, itu merupakan karet yang terbakar berbentuk cairan.Rabu (20/11)

Lanjut Wardana, disini kami juga sudah mendatangi warga yang terkena cairan yang seperti limbah itu, seperti di Desa Kubu Kandang kami juga di dampingi oleh pihak Kepolisian dari Polsek Pemayung, serta Aparat Desa Kubu Kandang dalam hal ini.

“Disini ada 3 warga pemilik kerambah yang kerambahnya terkena cairan tersebut, untuk pemilik Kerambah pertama yang bernama Bapak Zul itu ada 10 kerambah, Bapak Hendri ada 13 kerambah dan untuk Bapak Nurdianto itu ada 30 kerambah, namun 1 kerambah sudah di bongkar menjadi 29 Kerambah,”ungkapnya.

“Untuk hal ini juga sudah kami cek kesana, apa saja yang mereka keluhkan dan apa saja yang ingin mereka pinta di perhatikan, seperti yang pertama jaring mereka mengalami rusak dan yang kedua mereka sulit memberi makan ikan karena, tipe makanan ikankan terapung jadi mereka takut ikan mereka mati,”ucap Wardana.

Wardana menambahkan, dan hal ini juga telah kami selesaikan dengan pihak Desa dan pihak Polsek khususnya pemayung, kami meminta untuk didata yang mengeluhkan akibat cairan hitam tersebut, seperti tadi ada tambahan dari Desa Senaning. Kami akan terus melakukan pendataan serta akan melakukan ganti rugi namun butuh waktu, dan kami juga sangat prihatin atas kejadian ini, semoga masyarakat juga simpatik terhadap musibah yang menimpa kami.

Wardana juga menjelaskan, bahwa cairan hitam itu bukan merupakan limbah produksi, melainkan, sewaktu kebakaran hanya ada 5 mobil yang melakukan pemadaman, dan pada waktu itu air habis, jikalau keluar itu butuh waktu lama lagi. Jadi pihak kami berupaya bagaimana api padam sehingga menggunakan air tampungan hujan.

“Untuk cairan hitam yang mengalir di Sungai tersebut merupakan, campuran dari air yang ada di parit tersebut dengan karet yang sudah terbakar, itulah yang menjadi cairan hitam seperti cairan karet yang mengalir keluar,”ujarnya.(RUD)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)