Merangin Resmi Darurat Asap p-Pemkab Bentuk Posko

banner 468x60)

erangin-Udara di Kabupaten Merangin sudah tidak sehat. Untuk itu pemerintah daerah menetapkan Kabupaten Merangin dalam kondisi darurat asap. Selain itu wilayah Merangin juga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
        Penetapan darurat asap dan Karhutla diputuskan dalam rapat pemerintah Kabupaten Merangin bersama Forkofimda yang dihadiri kepala SKPD dan Camat, Senin (26/10).
‘’Mulai hari ini kita tetapkan status Merangin darurat asap. Semua Camat dan Kades harus menyampaikan ini kepada semua masyarakat,” kata Bupati, Al Haris.
Dia menjelaskan, keputusan untuk meningkatkan status Kabupaten Merangin menjadi darurat asap karena kondisi udara yang kian memburuk. Dimana kabut asap semakin tebal beberapa hari terakhir ini.
‘’Status darurat kita tetapkan karena dari status alat ISPU yang kita dapatkan dari Jambi, untuk kota sudah mencapai 535, dan untuk kita (Merangin kita perkirakan sudah mencapai 400 atau 500. Dan itu sudah level berbahaya,” katanya.
Haris mengatakan, memburuknya kualitas udara di Merangin saat ini disebabkan oleh kebakaran lahan dan hutan diwilayah Jambi. Diperparah lagi tambahnya, di Merangin sendiri setiap hari juga terjadi kebakaran lahan dan hutan.
‘’Dari laporan diwilayah kita hampir setiap hari ada kebakaran. Bahkan setiap harinya lebih dari 30 hektare lahan terbakar,” ungkap Haris.
‘’Dan dari laporan dinas kesehatan saat ini penderita ISPA telah mencapai 746 Orang,” tambahnya.
Setelah penetapan status darurat asap ini, Pemkab Merangin langsung menjalankan beberapa langkah konkrit untuk bekerja mengatasi kondisi darurat asap. Yaitu dengan mengerahkan dinas terkait untuk mengantisipasi kualitas udara yang memburuk.
‘’Kami sudah koordinasi dengan Forkompinda sebelum meningkatkan status darurat asap ini. Dinas terkait juga sudah dikerahkan untuk bekerja dan menjalankan program penanggulangan kabut asap,” katanya.
Program yang dijalankan Pemkab itu kata Haris, adalah membangun posko induk yang akan ditempatkan di kota Bangko dan posko terpadu disetiap kecamatan. Lalu meminta seluruh Puskesmas untuk meningkatkan jam pelayanan menjadi penuh selama 24 jam.
‘’Daerah kita kini darurat, dan ini menyakut nyawa. Kita tidak bisa tidur nyenyak lagi. Semuanya harus siaga, tim siaga darurat. Semua Dokter kita tegaskan tidak boleh meninggalkan tempat,” tegas Haris lagi.
Dia juga menyebutkan, akan menyediakan tempat evakuasi bagi masyarakat yang menjadi korban asap dan karhutla. Namun sejauh ini pihaknya masih belum menentukan dimana tempatnya.
‘’Tim masih bekerja untuk merampungkan semuanya. Untuk tempat evakuasi tim masih mencari lokasinya sebagai tempatnya,” pungkasnya.(MT)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)