Milenial Cerdas? Jadilah Ekonom Rabbani

banner 468x60)


Oleh: Kelompok 2
Milenial merupakan kata yang sudah tak asing lagi di telinga masyarakat khususnya Indonesia. Era 4.0 telah melahirkan generasi modern yakni generasi milenial yang kite kenal sekarang. Generasi milenial merupakan pemuda pemudi yang memiliki semangat juang untuk terus maju, berinovasi, dan meningkatkan kreatifitas. Tidak heran lagi bahwa jiwa-jiwa mudalah yang menjadi pembangkit suatu bangsa untuk lebih maju karena pemuda bukanlah sembarang orang. Bangkitnya generasi muda suatu bangsa dapat menunjukkan eksistensi suatu bangsa di kancah dunia dan pemuda adalah pelopor perubahan (agent of change).
Tantangan dalam hal ekonomi semakin kompleks seperti dihadapkannya kegagalan dalam sistem ekonomi konvensional. Meski teknologi berkembang pesat, bukti kegagalan sistem tersebut mencuat kedaratan seperti krisis keuangan global dan juga ketimpangan antara si kaya dan si miskin yang semakin melebar. Hal ini bisa jadi karena ekonomi konvensional yang memegang prinsip individual dan terkadang terdapat persaingan pasar yang kurang sehat. Bukti kegagalan ini telah memberikan angin segar untuk ekonomi islam berkembang dan maju. Beberapa negara sudah ada yang menerapkan sistem ekonomi islam dan alhasil memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Ekonomi islam yang semakin eksis di kancah dunia melahirkanlah generasi-generasi yang memperjuangkan ekonomi islam yang kita kenal dengan istilah “ekonom rabbani”. Istilah tersebut merupakan julukan bagi para pejuang ekonomi syari’ah. Mencuatnya kegagalan ekonomi konvensional menjadi peluang bagi ekonom rabbani untuk terus memajukan ekonomi islam karena pada hakikatnya ekonomi islam bukanlah untuk umat islam saja melainka untuk kemaslahatan seluruh umat manusia.
Sebagai agama yang berkarakter rabani-universal-kontekstual, Islam telah menyediakan sistem yang khas untuk menyelesaikan berbagai persoalan hidup yang dihadapi umatnya termasuk juga masalah ekonomi. Ekonomi Islam pada dasarnya merupakan upaya yang sistematis untuk memahami masalah ekonomi dan perilaku masyarakat dalam perspektif Islam. Ekonomi Islam merupakan ekonomi yang segala aktivitasnya selalu bersumber pada Alquran, Assunnah, ijmak, dan maslahat. Tujuan yang hendak dicapai dalam ekonomi islam adalah falah yakni mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Ekonomi Islam memiliki karakteristik yang menjadi kekhasan yang berbeda dari ekonomi konvensional, mulai dari sumber hukum, tujuan, nilai, falsafah, dan prinsip. Hal inilah yang menjadi nilai unggul dari ekonomi Islam (Machmud, 2017).
“Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya”. (Ali Imron : 79)
Ekonomi Islam memiliki sifat dasar sebagai ekonomi rabbani dan insani. Dikatakan ekonomi rabbani karena ekonomi Islam sarat dengan tujuan dan nilai-nilai Ilahiyah (Ketuhanan). Sedangkan ekonomi Islam dikatakan memiliki dasar sebagai insani, karena sistem ekonomi Islam dilaksanakan dan ditujukan untuk kemaslahatan manusia. Ekonomi islam telah menawarkan kehidupan yang lebih baik untuk manusia, di antaranya kemakmuran dan kesejahteraan sejati (falah dan hasanah), keadilan, persaudaraan (ukhuwah), distribusi kekayaan dan pendapatan yang merata, serta menjaga agar individual interest harmonis dengan social interest. Ekonomi islam membimbing aktivitas ekonomi sehingga sesuai dengan kaidah-kaidah syariat. Ekonomi islam juga senantiasa mengedepankan moralitas sebagai cara untuk mencapai tujuan, sekaligus membangun integritas yang membentuk good governance dan market discipline yang baik.
Generasi milenial yang memiliki kreatifitas dan inovasi yang tinggi haruslah sadar akan tantangan dan permasalahan ekonomi di era 4.0. eksisnya ekonomi islam di kancah dunia, milenial haruslah memanfaatkan peluang tersebut untuk mejadi ekonom rabbani yang sejati dan memakmurkan perekonomian dunia karena setiap majunya suatu bangsa pasti ada campur tangan seorang pemuda. Sebagai milenial cerdas dan juga ekonom Robbani dituntut untuk memiliki pengetahuan tentang ekonomi Islam dan yang paling penting adalah memiliki semangat untuk terus memperjuangkan ekonomi syariah. Selain itu, seorang ekonom Robbani juga dituntut memiliki akhlak yang baik sebagaimana akhlak seorang muslim yang sebenarnya di antaranya: (1) aqidah yang lurus dan sesuai dengan Al-Qur’an di mana dengan aqidah tersebut dapat menjadi rujukan dalam menjalankan dakwah ekomoni Islam di masyarakat, (2) berfikir berdasarkan Al-Qur’an yakni mampu berfikir secara ilmiah dan sistematis, (3) berani tampil sebagai pelopor perubahan yakni mampu menempatkan diri untuk memberikan solusi pada setiap permasalahan yang ada, sebagai pelopor untuk menggerakan orang lain dan sebagai pelopor mahasiswa dalam mendakwahkan ekonomi Islam.
Berkembangnya teknnologi modern di era 4.0 dan juga enterpreneurship atau semangat berwirausaha yang semakin tinggi serta eksistensi ekonomi islam menjadikan ladang bagi milenial untuk mengembangkan usaha ekonomi syariah seperti industri halal baik itu di bidang fashion, makanam, minuman, kecantikan dan masih banyak lagi. Pemerintah Indonesia saat ini juga mendorong akan industri halal tersebut karena dinilai mampu berkontribusi terhadap perekonomian khususnya ekonomi syariah. Potensi pertumbuhan ekonomi islam di Indonesia juga besar karena penduduk mayoritas beragama Islam sehingga pertumbuhan generasi milenial-nya pun akan semakin berkembang. Sebagai milenial cerdas haruslah memanfaatkan peluang tersebut dengan menjadikan diri sebagai eknom rabbani yakni pejuang eknomi Islam karena terbukti ekonomi islam dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas seperti terhindarnya riba yang dapat memberikan angin segar untuk keluar dari linkaran kemiskinan, pemerataan pendapatan dengan diberlakukannya zakat, infaq, dan sedekah serta manfaat lainnya. Ditambah lagi lembaga keuangan di Indonesia khususnya telah mendukung adanya eknomi Islam yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyatakan bahwa peran dari generasi milenial diharapkan dalam merealisasikan potensi Indonesia menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. Karakteristik generasi millenial yang kreatif, innovative dan melek teknologi akan menjadikan halal product and services sebagai life style yang merupakan katalisator berharga bagi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Milenial cerdas, ayo mulai berpikir kritis dan maju sebagai ekonom rabbani demi kesejahteraan umat manusia untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Nama Kelompok 2:
1. Ditha Yolanda Ramadhani (C1C018156)
2. Nurul Rizky Septiani (C1C018104)
3. Nuzulma Jusyafitri (C1C018089)
4. Prabu Jaka Triadi (C1C018028)
5. Sarah Sinadela (C1C018038)
Mahasiswa Aktif Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jambi

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)