Nurjanah akan laporkan dokter Asio ke HAM

banner 468x60)

IMG-20170227-WA0029

Jambi- Seorang guru Taman Kanak kanak  di Kota Jambi Nurjanah (39) dikabarnya akan melaporkan sebuah klinik perawatan gigi bernama Asio kepada pihak berwajib.

Hal tersebut pun terlihat dari kehadiran Nurjanah di Kantor Kementrian Hukum dan HAM Jambi, Senin (27/02).

Dengan ini dia meminta pendampingan oleh kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum,”Ya kami akan melaporkan pak Asio kepolisi didampingi kuasa hukum, kini kami sedang melengkapi bukti-bukti kejadian yang menimpa saya tersebut,” ujarnya.

Nurjanah menjadi korban malpraktek, guru Taman Kanak-Kanak Al-Moestafa di Kota Jambi mengalami pendarahan hebat setelah mencabut gigi bernama Asio.  Ia terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Manap, Mayang Kota Baru.”Saya mengalami pendarahan hebat darah yang keluar mencapai satu ember. Nyaris menghilangkan nyawa saya,” ujar Nurjanah merupakan warga jalan Perumahan Mutiara, Alam Berajo.

Kepada Nurjanah, Asio mengaku adalah seorang Dosen Gigi Akademi Kesehatan Gigi (AKG) di kawasan Kota Baru, dan dokter spesialis gigi dan mulut.

Kejadian tersebut terjadi jumat 3 februari 2017 sekitar pukul 17.00 Wib bersama kakaknya mendatangi prakter dokter Asio untuk melakukan perobatan terhadap giginya.

Menariknya, pengakuan Nurjanah, dokter tersebut mencabut gigi tanpa melakukan prosedur mencabut paksa giginya. Tanpa diberikan obat dan mengecek tensi terlebih dahulu.”Hari itu juga langsung di cabutnya, kami mengalami pendarahan cukup hebat, ” ujarnya.

Waktu pendarahan Nurjanah bukan malah dilarikan ke Rumah Sakit, setelah dua jam di tempat praktek ia malah sempat beberapa kali di suntik dengan alasan untuk menghentikan darah tersebut.  Ia pun akhirnya dilarikan ke rumah sakit Abdul Manap, Mayang Kota Baru.”Saya dirawat ke rumah sakit Abdul Manap beberapa hari,” kata dia.
Setelah pendarahan tersebut, Asio bukan malah memberikan maaf terhadap kejadian tersebut, Nurjanah malah di caci maki oleh istri Asio.

Ia mengaku kalau Ia sangat menyayangkan sikap diduga dokter tersebut menjelaskan penyebab pendarahan itu adalah hal yang biasa.

Dia berharap pihak dokter tersebut mau bertanggungjawab atas kejadian tersebut, karena sebelum mencabut gigi kondisinya normal dan sehat.

Hingga kini, Nurjanah masih melakukan rawat jalan di rumah sakit tersebut, untuk memastikan kondisi kesehatannya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama RSUD Raden Mattaher, drg Iwan Hendrawan menyatakan Asio bukan dokter gigi.“Dia itu perawat gigi, dalam kasus pendarahan yang terjadi pada pasien yang dilayani diduga ada tindakan melebihi kewenangan dan terindikasi malpraktek,” kata Iwan.

Jika benar adanya kejadian tersebut Iwan berharap Dinas Kesehatan dapat segera bertindak secara tegas.“Karena itu, telah merugikan pasien, bisa saja kalau pasien melaporkan kejadian ke polisi,” pungkas Iwan.

Laporan Wartawan Provinsi Jambi, (Syah)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)