Oknum PNS dan Dokter RSUD Hanafie diduga mengkonsumsi Sabu

banner 468x60)

download

MUARA BUNGO–Satuan Resnarkoba Polres Bungo kembali mengamankan pelaku tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba jenis Sabu. Selain melibatkan bandar besar dalam kasus ini juga terseret dua oknum PNS satu diantaranya adalah dokter di RSUD Hanafi Muara Bungo.
Kasat Resnarkoba Polres Bungo AKP Darmawan, mengatakan terungkanya nama oknum PNS dan Dokter ini berawal dari gerakan Polisi yang melakukan pengintaian terhadap seorang bandar bernama Tarmizi alias Ateng.
Ateng ditangkap baru-baru ini di bilangan, Kelurahan Tanjung Gedang, Kecamatan Muara Bungo, Ia sempat membuang sabu yang ia simpan dalam kotak rokok Sampoerna namun berhasil ditemukan oleh polsi. “Barang bukti ini ia simpan di kaki sat digeledah, kemudian dijatuhkan ke tanah namun berhasil kita temukan diapun langsung di borgol,” ujar Darmawan.
Lantaran tidak bisa mengelak, Ateng kemudian bernyanyi mengaku mendapatkan sabu itu dari bandar lainnya bernama Endang, Ia juga menginformasikan bahwa Endang berada di sebuah rumah di Perumahan Griya Candika. Tidak mau kecolongan polisi bergerak ke rumah yang dihuni oleh oknum PNS Dinas Kesehatan berinsial Y, kedatangan polisi ternyata diketahui lima orang yang ternyata sedang berjudi kartu di rumah itu.
Mereka langsung kabur mendobrak lewat pintu belakang, kejar-kejaran pun terjadi antara polisi dengan kelima orang tersebut. Hasilnya tiga orang berhasil ditangkap, mereka yang diborgol, selain Endang, adalah Abuzar dan Doni.”Dua orang berhasil kabur. Seorang PNS Dinas Kesehatan berinsial Y, dia yang tinggal di rumah itu. Satunya lagi bandar besar lain berinisial f masih kita kejar,” ujar Darmawan lagi.
Setelah dibawa ke kantor Polres Bungo, mereka yang ditangkap mengakui ada satu nama lain yang terlibat. Yakni seorang dokter bernama Faisal dan bertugas di RSUD H Hanafie Muara Bungo, Hanya saja, saat polisi datang Faisal baru saja keluar rumah. Sepengakuan rekan-rekannya, Faisal saat itu keluar membeli nasi. Mereka juga mengakui sudah berjudi dan mengkonsumsi sabu selama 24 jam terakhir.”Faisal berjanji menyerahkan diri jam 14.00. Benar dia datang dan saat ini sedang kami mintai keterangan,” tutur Darmawan.

Sementara itu, Dokter Faisal saat dikonfirmasi jumat (25/12) membantah jika dirinya terlibat dalam kasus penangkapan tersebut. “Ya saya emang dapat informasi terkait penangkapan itu, tapi pada saat itu saya lagi dinas di RS hanafi, jadi semua tidak benar jika saya terlibat di dalamnya,” ujar F.
Sementara itu, Direktur RSUD H Hanafie dr H Safaruddin Matondang, mengakui memang mendapat kabar mengenai dugaan keterlibatan bawahannya, kerena informasi tersebut belum valid dia mengaku tidak bisa banyak berkomentar kepada awak media.”Dapat kabar ada, tapi saya dak bisa ngomong soal ini, sebagai rekan sejawat, ya jelas saya kaget. Semoga ia tidak terlibat.,” jawabnya.
Polisi sendiri mengantongi cukup banyak bukti, diantaranya satu kantong klip putih berisi kristal disuga sabu, uang dan kartu bukti perjudian. Bahkan polisi juga menemukan sepucuk pistol rakitan jenis FN dengan tiga butir peluru organik. (ade)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)