Olala! Harjid Singh, Bos PT. Sari Nur Gelapkan Uang Pedagang Hingga Puluhan Miliar

banner 468x60)

rakyatjambi.co, KUALA TUNGKAL- PT.Sari Nur, sebuah perusahaan pengolahan pinang yang berkedudukan di jalan lintas Tungkal-Jambi, Sei. Saren, Kelurahan Bram Itam Kiri, Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat kini tengah menjadi sorotan publik.

Direktur PT.Sari Nur, Harjid Singh diduga telah menggelapkan uang pedagang yang menjual pinang keperusahaan tersebut hingga Rp 80 miliar lebih.

Saat ini pengusaha asal Malaysia keturunan India itu diduga telah kabur ke luar negeri. Akibat ulah Harjid Singh, sejumlah pedagang pinang dan warga setempat nyaris menjarah rumah mewah dan gudang yang merupakan aset dari PT. Sari Nur.

Untuk meghindari hal-hal yang tidak diinginkan, aparat Kepolisian Resort (Polres) Tanjab Barat sejak Jumat 29 Desember 2017 lalu telah memasang garis polis line dan menempatkan personil shabara disekitar gudang perusahaan pinang tersebut.

Andi Nawir, salah seorang pedagang pinang yang menjadi korban Harjid Singh menyatakan, akibat ulah nakal bos PT. Sari Nur tersebut ia merugi hingga sebesar Rp 350 juta.”Bos nya (Harjid Singh) melarikan diri dari tempat. Sayo punyo sekitar Rp 350 juta yang masih belum dibayar. Kita kan sistemnya 3 kali antar (3 kali penjualan), nanti sekali antar lagi langsung bayar.Kemarin (mulai bulan Oktober (10) tahun 2017) kan kita dibikinkan rekening, dia (Harjid Singh) sendiri yang bikinkan rekeningnya, sampai sekarang duitnya dag do masuk,”jelas Andi Nawir saat di jumpai wartawan di gudang PT. Sari Nur, Jumat sore (29/12/17).

Andi menjelaskan, ia menjual pinang ke PT. Sari Nur sejak setengah tahun yang lalu. Ia mengaku tertarik menjual pinang ke PT. Sari Nur lantaran harganya lebih tinggi dari perusahaan pinang lain yang ada di Tanjabbar.”Ditempat lain hanya membeli Rp. 16 ribu- Rp 18 ribu perkilo (kilogram). Sementara di sini (gudang PT. Sari Nur) harganya berani sampai Rp 20 ribu-Rp 22 ribu perkilonya. Mulai bulan 7 kemarin dia mulai bermain harga terus, orang turun dia naik,tapi dihutang sampai dua trip baru ia bayar. Saya disini sekali bawa ada 10 ton, ada yang 8 ton dan ada yang 6 ton lebih,”ungkap warga Kuala Tungkal ini.

Hal senada juga dikatakan Kateno, warga Desa Bram Itam Kiri yang juga menjadi korban kenakalan dari Bos PT. Sari Nur. Kateno mengaku pinang yang ia jual sejak dua bulan lalu (November 2017) hingga kini belum dibayar Harjid Singh.”Uang saya 80 juta masih tertahan disana, harapan saya ya pihak PT. Sari Nur dapat membayar uang kami,”katanya kepada wartawan, Sabtu (30/12/17).

Yudi, korban PT.Sari Nur lainnya juga membenarkan kelakuan nakal Harjid Singh tersebut. Yudi mengaku uang pinang miiknya sebesar Rp 60 juta belum dibayarkan pihak pihak PT. Sari Nur sejak satu bulan lalu.”Harapan kami, uang kami bisa dibayarkan pihak perusahaan,”jelas warga Desa Bram Itam Kiri ini.

Sementara itu, Doldi humas PT. Sari Nur yang merupakan warga setempat saat dihubungi via ponselnya enggan memberikan jawaban.

Terpisah, Kapolres Tanjab Barat, AKBP Alfonso Dolly Gilbert Sinaga menjelaskan, pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat yang mengaku telah menjadi korban Harjid Singh.

“Dan sekarang dalam proses penyelidikan dan penyidikan,”kata Kapolres saat di konfirmasi seusai press rilis akhir tahun polres Tanjab Barat di Mapolres setempat, Minggu (31/12/17) sore.

Kapolres mengutarakan, kasus PT. Sari Nur ini menjadi atensi, bahkan proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh Polres Tanjab Barat juga ikut di beck up oleh Polda Jambi.”Hal ini ada atensi dari polda untuk menangani kasus ini,”ujarnya.

Dijelaskannya, hingga kini sudah ada 12 korban PT. Sari Nur yang telah melapor ke Polres Tanjab Barat.”Yang uniknya kasus ini adalah pelaku nya adalah warga negara asing,”terang Sinaga.

Kapolres menambahkan, nilai kerugian yang dialami korban memang cukup besar hingga milyaran rupiah.”Untuk nominal kerugian yang kita diteksi sekarang nilainya Rp 22 Miliar,”ulasnya.

Selain itu dirinya juga menghimbau kepada masyarakat, selaku korban lainnya agar kiranya dapat melaporkan masalah ini ke Polres Tanjab Barat.”Digudang perusahaan yang bersangkutan, ada juga anggota kita disana. Bagi masyarakat yang juga sebagai korban yang datang kesana, nantinya anggota kita akan mengarahkan untuk datang kesini (Mapolres Tanjab Barat),”katanya.

Terkait dengan pelaku, dijelaskan Sinaga, pihaknya sejauh ini sudah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi Kuala Tungkal untuk pencegahan. Karena pelaku melarikan diri.” Kita sudah menyurati ke Imigrasi untuk pencegahan, apabila yang bersangkutan akan meninggalkan Indonesia,”tukasnya.

Hingga Senin 1 Januari 2018 gudang dan fasilitas kantor PT. Sari Nur masih dalam penjagaan ketat aparat kepolisian. ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, salah satunya seperti penjarahan.(eko)

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)