Parah,,Belum Sempat Dihuni, Bangunan Perumahan Nelayan di Tungkal Banyak Yang Miring

banner 468x60)

photomirror_20161012192545908Laporan Wartawan Rakyatjambi.co, Eko wijaya

rakyatjambi.co, KUALA TUNGKAL -Pembangunan 100 unit perumahan nelayan yang berlokasi di parit lima, kelurahan Tungkal dua, kecamatan Tungkal ilir, Kabupaten Tanjab Barat, Jambi yang selesai dikerjakan pada akhir tahun 2015 lalu Banyak yang terkesan asal jadi.

Berdasarkan pengamatan di lokasi, pembangunan rumah bantuan dari pemerintah pusat itu terlihat banyak yang tidak sesuai harapan, salah satunya ada beberapa rumah yang tiangnya kelihatan miring karna pengecoran tiang pondasi diduga tidak menggunakan besi standar proyek, kemudian banyak terucup kayu bulat yang menjadi pondasi paling bawah bangunan terlihat nongol keatas permukan akibat tak tertibun oleh cor beton.

Disamping itu, jembatan kecil menuju kedalam rumah dari jalan hanya terbuat dari kayu biasa yang kekuatannya diragukan karna cepat lapuk, sehingga ada sebagian warga yang bertanya-tanya apa memang pembangunan Perumahan nelayan oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat itu telas sesuai RAB.‬

‪Menurut masyarakat stempat, 100 unit rumah tersebut dibangun dengan dana APBN, tapi tidak dijelaskan berapa besar anggaran yang diplotkan pemerintah untuk membangunnya, karena Kontraktor yang bergerak sebagai pengelola proyek tidak pernah memasang papan transparansi yang gunanya untuk memberitahu kepada masyarakat saat pembangunan berlangsung.”Permasalahannya belum dihuni bangunannya sudah miring. Dulu pernah ada rubuh satu rumah, apalagi nanti katakanlah sudah dihuni rubuh lagi siapa yang bertanggung jawab,” ujar Marzuki salah seorang warga Kuala Tungkal, Rabu (11/10/16).

Dia menjelaskan, 100 bangunan perumahan nelayan yang telah berdiri tersebut usianya bakal tidak lama.”Saya kelahiran sini, saya orang sini mohon maaf saya tahu tanah disini, terucupnya banyaknya berapa biar dia tahan. Ini waktu pengecoran kemarin saya cek, saya lihat tidak sesuai gituna. Saya yakin ini dak bakalan lama juga akan hancur,” jelasnya.

Terpisah, perwakilan dari pihak Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rayat, Ir. Darmawan, S saat dijumpai disela sela mengece bangunan perumahan nelayan sebelum dilakukan serah terima ke Pemerintah Kabupaten, Rabu (11/10/16) mengungkapan, proyek pembangunan sudah sesuai speck dan tidak menyalahi prosedur. Menurutnya, kondisi miringnya bangunan dipengaruhi oleh faktor kondisi dan tekanan tanah yang berbeda.

Dijelaskannya , Kondisi pondasi bangunan yang terbuat dari boton tersebut dinilai sudah cukup kuat. Kemudian disaein dan pelaksanaan pembangunan proyekpun juga telah dipersiapkan sejak lama sebelum pembangunan.”Kondisi miring ini sebetulnya waktu ia dibangun itu tidak begitu, jadi inikan sudah ada pergeseran. tapi itu dibawah sudah diperhitungkan semua akibat ada koreksi, kolerasi dan ada kovesiennya untuk menghitung itu dan tidak akan rubuh pak,”bebernya.

Dia menembahkan, sebelum diserahkan ke pemerintah kabupaten Tanjab barat melalui Dinas Perikanan dan kelautan (DKP), pihaknya masih akan merapikan kembali kondisi bangunan bangunan yang dianggap masih kurang dan perlu dilakukan perbaikan.”Ini namanya rumah khusus, kita nanti sebelum diserahkan ke DKP, nanti ada lagi yang meski dirapi rapikan lagi, baru kita tandatangani berita acaranya,”tandasnya.

Comments

comments

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)